REDAKSI88.com, JAKARTA - Presiden RI, Prabowo Subianto, melakukan evaluasi terhadap jajaran Kabinet Merah Putih dalam 100 hari pertama pemerintahan periode 2025-2029, yang langsung menuai perhatian publik.
Ia dengan tegas memperingatkan, akan menindak pejabat yang tidak patuh, bahkan menggunakan istilah 'ndablek' untuk menggambarkan mereka yang bandel dan tidak bekerja maksimal.
"100 hari pertama, saya sudah beri istilahnya peringatan berkali-kali," ujar Prabowo saat menghadiri Harlah ke-102 Nahdlatul Ulama (NU) di Istora Senayan, Jakarta, pada Rabu, 5 Februari 2025.
Baca Juga: Sandy Walsh Berpotensi Gabung Yokohama F Marinos, Mengikuti Jejak Pemain Indonesia di Liga Jepang
Prabowo menegaskan akan menindak siapa saja yang tidak sejalan dengan tuntutan rakyat untuk membangun pemerintahan yang bersih, disiplin, dan bebas dari korupsi.
"Saya ajak semua rekan-rekan saya dalam pemerintahan dalam Kabinet Merah Putih, saya mengajak mereka," ucapnya dalam kesempatan yang sama.
Menurutnya, semua pejabat harus berani mengoreksi diri dan bekerja keras untuk menciptakan pemerintahan yang bebas dari penyelewengan serta praktik korupsi.
Baca Juga: Hampir 4 Bulan Menjabat, Prabowo Batalkan 2 Kebijakan Menteri yang Buat Gaduh Publik
Tanggapan Pejabat Negara terhadap Peringatan Prabowo
Sejumlah menteri dan pejabat negara memberikan respons mereka terhadap pernyataan keras Prabowo yang berjanji akan mencopot pejabat yang tidak bekerja dengan baik.
Ketua DPP Golkar: Semua Loyal terhadap Rakyat
Ketua DPP Golkar, Dave Laksono, menegaskan bahwa peringatan Prabowo telah dipahami oleh kader-kader partainya yang berada di Kabinet Merah Putih.
Menurutnya, seluruh kader Golkar terus bekerja untuk mencapai target pemerintahan dan memastikan kepentingan rakyat tetap menjadi prioritas utama.
"Seluruh kader Golkar bekerja dan bergerak demi tercapainya semua target-target pemerintah hari ini," ujar Dave kepada awak media di Jakarta, Kamis, 6 Februari 2025.
Artikel Terkait
Mengungkap Kerugian Negara akibat Penyelundupan, Budi Gunawan Gagalkan Barang Seludupan Senilai Rp480 Miliar
Abu Kremasi Barbie Hsu Tiba di Taiwan, Keluarga Tidak Gelar Upacara Peringatan untuk Mengenang Sikap Rendah Hatinya
Ramalan Zodiak Cancer Besok: Waktunya Mengevaluasi dan Memperdalam Hubungan Asmara
5 Fakta Terkini Kasus Penyelundupan yang Diungkap Menko Polkam Budi Gunawan Hingga 351 'Pelabuhan Tikus' Teridentifikasi
Hampir 4 Bulan Menjabat, Prabowo Batalkan 2 Kebijakan Menteri yang Buat Gaduh Publik
Sandy Walsh Berpotensi Gabung Yokohama F Marinos, Mengikuti Jejak Pemain Indonesia di Liga Jepang