REDAKSI88.com - Kasus penembakan yang menewaskan tiga polisi saat penggerebekan judi sabung ayam di Lampung terus berkembang.
Fakta baru mengungkap adanya dugaan aliran uang setoran ilegal antara oknum TNI dan Polri terkait kegiatan judi tersebut.
Insiden ini terjadi pada Senin, 17 Maret 2025, di Kampung Karang Manik, Kecamatan Negara Batin, Way Kanan Lampung.
Tiga polisi yang gugur dalam operasi tersebut adalah Kapolsek Negara Batin Polres Way Kanan, Iptu Lusiyanto, Bripka Petrus Apriyanto, dan Bripka M. Ghalib Surya Ganta.
Diduga, pelaku penembakan adalah dua oknum TNI, Peltu Lubis dan Kopka Basarsyah, yang kini telah menyerahkan diri.
Baca Juga: Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru Kecam Konten Viral Willie Salim: Memang Dia Sengaja
Menurut keterangan saksi, terdapat indikasi kuat bahwa uang hasil dari judi sabung ayam dibagi-bagikan kepada oknum TNI dan Polri.
Kepala Penerangan Kodam II/Sriwijaya, Kolonel Inf Eko Syah Putra Siregar, mengonfirmasi hal ini dalam keterangannya kepada media pada Kamis, 20 Maret 2025.
“Keterangan sementara dari saksi menyatakan memang ada ikatan komitmen itu, setoran gitu,” ujar Eko.
Ia menambahkan, “Seperti mungkin saya sampaikan sebelumnya, ini sabung ayam ada duit, ya dibagi siapa, keterangan saksi gitu, ada duit dibagi.”
Eko juga menjelaskan bahwa keterlibatan Polsek dan Koramil dalam pembagian uang setoran judi sabung ayam sedang diselidiki lebih lanjut.
“Yang jelas mitranya Polsek, yang lain lagi diselidiki, Koramil hubungan dengan Polsek ada uang di wilayah mereka dibagi, itu keterangan saksi, ya,” jelasnya.
Meskipun dua oknum TNI yang diduga sebagai pelaku penembakan telah menyerahkan diri, mereka masih berstatus sebagai saksi untuk membantu penyidikan.