Viral: Menteri PPN Sebut Program Makan Bergizi Gratis Lebih Mendesak daripada Penciptaan Lapangan Pekerjaan, Dukung SDM Unggul Indonesia

Syamsu Rizal, Redaksi88
- Minggu, 23 Maret 2025 | 21:08 WIB
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy. (instagram.com/rachmatpambudy)
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy. (instagram.com/rachmatpambudy)

REDAKSI88.com - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan prioritas yang lebih mendesak dibandingkan penciptaan lapangan pekerjaan.

Pernyataan ini disampaikan dalam sambutannya di Kantor Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Jakarta, pada Sabtu, 22 Maret 2025.

Menurut Rachmat, solusi untuk mengatasi masalah kekurangan gizi di Indonesia tidak dapat hanya mengandalkan pemberian lapangan pekerjaan.

"Jadi Ibu dan Bapak sekalian, kalau ada orang mengatakan, ‘udah, kenapa mesti ngasih makan?’ ‘kenapa tidak dikasih pekerjaan saja?’ tidak akan cepat tercapai untuk mengatasi persoalan ini," tegasnya.

Baca Juga: Kepala BGN Sebut Kekalahan Timnas Indonesia Akibat Kurang Gizi, Komisi X DPR RI Kritik: Jangan Berlebihan, Fokus ke Program MBG!

Berdasarkan data Bappenas, sekitar 180 juta penduduk Indonesia masih mengalami kekurangan asupan gizi.

Kondisi ini dinilai memiliki dampak serius terhadap kesehatan masyarakat, termasuk tingginya angka kematian akibat penyakit terkait gizi.

"Ternyata dalam statistik kami, ada 180 juta orang Indonesia, angka kecukupan gizinya tidak terpenuhi. 50 ribu bayi lahir cacat, 1 juta orang terpapar TBC, 100 ribu orang setiap tahun wafat karena TBC, itu semua karena kurang gizi," papar Rachmat.

Program MBG yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto disebut sebagai langkah strategis untuk menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berkualitas.

Rachmat menekankan bahwa makanan bergizi tidak hanya berpengaruh pada kesehatan fisik dan kecerdasan, tetapi juga pada kualitas hidup seseorang secara menyeluruh.

Baca Juga: Komunitas Motor Kawasaki Ninja Club (KNC) Bengkulu Utara Berbagi Takjil di Bundaran Kota Argamakmur, Perkuat Silaturahmi di Bulan Ramadhan

"Jadi kita ini bisa ditebak postur tubuhnya, kecerdasannya, kemampuan fisiknya, kemampuan otaknya dari makanan yang kita makan," ujarnya.

Lebih lanjut, Rachmat menjelaskan bahwa pola makan yang baik juga berdampak pada penampilan seseorang.

"Dan ternyata teknologi baru, pengetahuan baru itu sudah menjelaskan bahwa makan itu tidak hanya memberi pengaruh fisik dan kecerdasan, tapi ternyata memberi pengaruh kepada kecantikan dan juga wajah daripada manusia itu sendiri," tambahnya.

Halaman:

Editor: Syamsu Rizal

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Wafat

Sabtu, 18 April 2026 | 13:54 WIB
X