REDAKSI88.com — Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menyoroti performa tim nasional (Timnas) sepak bola Indonesia yang kerap kesulitan meraih kemenangan dalam berbagai pertandingan.
Menurutnya, masalah gizi menjadi faktor utama yang memengaruhi stamina dan daya tahan pemain selama bertanding.
Dadan menjelaskan bahwa asupan gizi yang kurang sejak usia anak-anak hingga dewasa berdampak signifikan terhadap performa atlet di berbagai cabang olahraga, termasuk sepak bola.
"Jangan heran kalau PSSI sulit menang karena main 90 menit berat. Kenapa? Karena gizinya tidak bagus dan banyak pemain bola lahir dari kampung," ujar Dadan dalam sebuah acara di Pendopo Kementerian Pekerjaan Umum, Jakarta, Minggu (23/3/2025).
Baca Juga: Bansos PKH dan BPNT 2025 Cair, Ini Panduan Cek Status dan Jadwal Pencairannya
Pernyataan ini menuai kritik, terutama mengingat kualitas pemain Indonesia sebenarnya telah mengalami peningkatan, salah satunya dengan kehadiran 17 pemain naturalisasi yang sejak kecil mendapatkan asupan gizi baik di negara asal mereka, seperti Belanda.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, menanggapi pernyataan Dadan dengan menyebutnya berlebihan dan kurang tepat.
Menurutnya, Dadan seharusnya lebih fokus pada tugas utamanya di bidang gizi masyarakat, bukan mengomentari isu di luar lingkup kewenangannya.
"Kepala BGN jangan terlalu lebay menyangkutpautkan PSSI dengan makanan bergizi. Apalagi menyampaikan pernyataan bahwa pemain Indonesia kurang makan bergizi," tegas Lalu dalam keterangan tertulis, Minggu (23/3/2025).
Lalu menekankan bahwa tanggung jawab utama Kepala BGN adalah memastikan keberhasilan program Makan Bergizi Gratis (MBG), bukan mengomentari isu lain yang tidak relevan.
Ia juga mengingatkan bahwa masih banyak kendala dalam pelaksanaan MBG di berbagai daerah, terutama terkait kualitas dan distribusi makanan bergizi bagi para siswa.
"Kurang pas statement tersebut. Sebaiknya Kepala BGN fokus saja mensukseskan program MBG, jangan buat gimmick statement," ujar Lalu.
"Apalagi program MBG masih ditemukan banyak kekurangan dan keluhan dalam pelaksanaannya. Jadi fokus urus pelaksanaan Makan Bergizi Gratis saja. Laksanakan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto," tambahnya.
Artikel Terkait
Aksi KOMUNIKASI di Kejari Bengkulu Utara: Soal Dugaan SPPD Fiktif dan Raibnya Aset Rumdin, Nama Sonti Bakara 'Disentil'
Polres Bengkulu Utara Masih Bergerak, Sidak Pasar Purwodadi Argamakmur untuk Jaga Stabilitas Harga Pangan Jelang Idul Fitri
Jadwal Libur Lebaran 2025: Cuti Bersama Hingga Libur Sekolah, Ini Rinciannya
Kanit Tipidter Polres Bengkulu Utara Pastikan Harga Bapok di Pasaran Masih Stabil
Prabowo Diskusikan Pengembangan Pendidikan Islam dengan Ustaz Adi Hidayat dan Delegasi Al Azhar Kairo
Soal Korupsi PADes Air Sebayur: Kejati Bengkulu Diminta Profesional Menangani Kasus