REDAKSI88.com– Sejumlah menteri Kabinet Merah Putih terlihat mendatangi kediaman Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di Surakarta, Jawa Tengah. Kunjungan yang disebut sebagai silaturahmi Lebaran ini menuai sorotan politik di tengah masa transisi pemerintahan.
Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera memberikan tanggapan terkait frekuensi pertemuan para menteri dengan Jokowi. Meski mengapresiasi silaturahmi, ia mengingatkan agar tidak timbul kesan dualisme kepemimpinan.
"Silaturahmi tetap baik, tapi tidak boleh ada matahari kembar," tegas Mardani, Jumat (11/4/2025).
Baca Juga: Tak Bisa Diam Lihat Penderitaan, Prabowo Beberkan Alasan Bantu Pendidikan Anak Palestina
Ia menegaskan bahwa pemerintahan saat ini dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto dan mengharapkan momentum Lebaran tidak dimaknai sebagai pembagian pengaruh.
"Pak Prabowo sudah tunjukkan determinasi dan kapasitasnya. Saya yakin beliau tidak tersinggung dengan kunjungan ini, tapi pesan saya jelas jangan sampai ada dua pusat kekuasaan," lanjutnya. "Satu matahari saja sudah berat, apalagi dua."
Sejak Rabu (9/4) malam, sejumlah menteri mulai berdatangan ke rumah Jokowi.
Baca Juga: Kembali Gelar Aksi! KOMUNIKASI Tuntut Transparansi Kasus Perjadin Fiktif DPRD Bengkulu Utara
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Kepala BKKBN Wihaji menjadi yang pertama hadir, disusul Menko Pangan Zulkifli Hasan keesokan harinya.
Jumat (11/4), Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyambangi Jokowi.
"Ini sekadar silaturahmi. Beliau mantan bos saya, sekarang pun masih bos saya," ujar Trenggono sambil tersenyum.
Tak lama setelahnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin bersama istri juga datang untuk bermaaf-maafan.
"Saya dan Ibu ingin mohon maaf lahir-batin dan mendoakan Pak Jokowi serta Ibu Iriana sehat," kata Budi.
Meski dikemas sebagai kunjungan hari raya, kedatangan berturut-turut para menteri memicu tafsir politik, terutama dalam fase transisi yang rentan dinamika.