Redaksi88.com – Ketua MPR RI sekaligus Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani, mengungkap alasan di balik penunjukan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), sebagai utusan Indonesia untuk menghadiri pemakaman Paus Fransiskus di Vatikan.
Menurut Muzani, penunjukan Jokowi tak lepas dari peran sentralnya saat menjabat presiden ketika Paus Fransiskus berkunjung ke Indonesia.
"Pak Jokowi adalah presiden waktu itu dan beliau yang menyambut langsung saat Paus Fransiskus datang ke Jakarta. Jadi, Pak Prabowo menilai levelnya adalah kepala negara ketika itu," jelas Muzani saat ditemui di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat, 25 April 2025.
Ia menambahkan bahwa kehadiran Jokowi tak sekadar sebagai perwakilan resmi, tapi juga karena memiliki hubungan historis dengan kunjungan Paus ke Tanah Air.
Saat itu, Paus Fransiskus disambut sebagai tamu kehormatan negara oleh Presiden Jokowi.
"Ketika itu kan, Paus memang disambut sebagai tamu kehormatan oleh Presiden Jokowi," lanjut Muzani.
Atas dasar itulah, Presiden Prabowo Subianto memutuskan untuk mengutus Jokowi sebagai wakil bangsa Indonesia di momen penting tersebut.
Muzani juga menyampaikan bahwa Jokowi tidak berangkat sendiri, melainkan didampingi sejumlah tokoh nasional lainnya.
Baca Juga: Menguasai Data di Era Digital: Ini 3 Skill Wajib agar Makin Kompetitif di Dunia Kerja
"Itulah sebabnya yang diminta hadir adalah Pak Jokowi, mewakili pemerintah, rakyat, dan bangsa Indonesia di Vatikan. Tapi beliau didampingi beberapa teman lainnya," kata Muzani.
Selain Jokowi, beberapa tokoh penting juga turut diutus Prabowo, di antaranya Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai, Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono, dan mantan Menteri ESDM Ignasius Jonan.
Pemakaman Paus Fransiskus sendiri dijadwalkan berlangsung di depan Basilika Santo Petrus, Vatikan.
Upacara ini menjadi salah satu peristiwa bersejarah yang akan dihadiri sekitar 50 kepala negara dan tokoh dunia, termasuk Presiden AS Donald Trump, Presiden Argentina Javier Milei, hingga Pangeran William dari Inggris.