REDAKSI88.com - Presiden RI Prabowo Subianto mengaku telah memberikan sejumlah teguran kepada para direksi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam Town Hall Meeting bersama pengurus Badan Pengelola Investasi Daya Anagata BPI Nusantara (Danantara).
Pertemuan itu berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC), Senin (28/4).
Prabowo mengungkapkan bahwa pengarahannya sengaja dilakukan secara tertutup.
"Ya tertutup, karena saya banyak tegur juga direksi-direksi itu. Enggak enak kan ditegur di depan kalian," ujarnya kepada media.
Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan perlunya profesionalisme dan integritas dalam mengelola lembaga investasi nasional.
Prabowo meminta seluruh direksi bekerja secara optimal dan menghindari praktik-praktik lama yang tidak efektif atau melanggar aturan.
"Praktik-praktik yang enggak bener harus ditinggalkan dan saya serahkan kepada manajemen untuk mengevaluasi semua direksi, dievaluasi kinerjanya," tegasnya.
Lebih lanjut, Presiden menyatakan bahwa evaluasi terhadap direksi tidak hanya mencakup kinerja, tetapi juga karakter, moral, dan pencapaian.
Ia mengancam akan mengganti pejabat yang terbukti tidak disiplin, tidak mampu, atau menyalahgunakan jabatan.
Prabowo juga menyampaikan keyakinannya bahwa dengan pengelolaan yang tepat, total aset Danantara bisa mencapai 1 triliun dolar AS.
"Kita kelola dengan baik, kita hitung aset-aset kita ternyata kita kaya, mungkin sebentar lagi kekayaan Danantara akan tembus 1 triliun dolar AS, dan kalau dikelola dengan baik ini bisa menghasilkan dana yang besar untuk bangsa kita. Itu pendekatan saya seperti itu," tandasnya.***