Ia menuntut agar pihak RSUD Karawang memberikan klarifikasi dan bentuk tanggung jawab atas kejadian tersebut.
Menurut Edwin, tanggung jawab itu bukan sekadar permintaan maaf, tetapi perubahan sistem dalam penanganan pasien.
“Jangan sampai terjadi lagi yang saya alami,” ujarnya.
Baca Juga: Usulan Pemakzulan Gibran Mencuat, Mahfud MD: Sangat Sulit Terjadi Secara Politik
Edwin juga menegaskan, bila dalam waktu yang telah disepakati tidak ada tindak lanjut dari pihak rumah sakit, ia akan kembali menggelar aksi dengan membawa lebih banyak massa.
Ia menekankan bahwa tuntutannya adalah kejelasan dan kebenaran atas apa yang menimpa istri dan anaknya.
Menanggapi hal itu, Direktur RSUD Karawang, Andi Sariful Alam, menyatakan pihaknya akan melakukan audit internal untuk mengetahui secara pasti apa yang terjadi dalam proses persalinan tersebut.
“Kita ada rencana audit internal dulu ya nanti. Prinsipnya, namanya masyarakat ya pasti ada keluhan sama kita, wajib itu kita wajib layani,” ujar Alam.
Ia juga menyebut kemungkinan adanya kesalahpahaman dalam kasus ini dan menyampaikan bahwa hasil audit akan diumumkan pekan depan.
“Kejadiannya baru kemarin, bulan April. Pengen ketemu sama tenaga medis yang menangani,” kata Edwin.***