Redaksi88.com - Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR), organisasi sayap Partai Golkar, menyatakan keterbukaannya menerima Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka jika berminat menjadi anggota.
"Kami tidak menawarkan (kepada Jokowi dan Gibran), tapi kami membuka pintu seluas-luasnya. Kami ini ormas yang terbuka," tegas Ketua Umum DPP MKGR, Adies Kadir, dalam konferensi pers di Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, Rabu (7/5/2025).
"Jadi, siapapun yang masuk bergabung dengan ormas MKGR, kami akan terima, termasuk tadi disebutkan itu (Jokowi). Kalau mau bergabung, kami welcome dan sangat senang," lanjutnya.
Baca Juga: Kejagung Tetapkan Bos Buzzer MAM sebagai Tersangka Kasus Perintangan Penyidikan
Adies menegaskan, MKGR terbuka bagi siapa saja yang belum terdaftar di organisasi kemasyarakatan (ormas) lain.
"Kalau dia sudah pernah masuk ormas lain, harus menunjukkan surat pengunduran diri dulu sebelum bergabung dengan kami," jelasnya.
Pernyataan ini muncul setelah Jokowi beberapa waktu lalu mengusulkan gagasan partai politik "super terbuka".
Menurutnya, konsep tersebut telah diadopsi oleh Partai Solidaritas Indonesia (PSI), yang kini diketuai putra bungsunya, Kaesang Pangarep.
"Menurut saya, konsepnya hampir-hampir mirip, hanya dimodifikasi sedikit oleh PSI. Partai yang terbuka, super terbuka," ujar Jokowi, Kamis (6/3/2025).
Istilah "Super Tbk" pertama kali dilontarkan Jokowi dalam wawancara dengan Najwa Shihab pada 11 Februari 2025.
Saat itu, ia menekankan bahwa partai politik harus dimiliki seluruh anggota, bukan hanya segelintir elite.
Konsep "Tbk" (Terbuka) biasa digunakan dalam dunia bisnis untuk perusahaan publik ingin diterapkan di politik, di mana semua anggota memiliki hak setara dalam menentukan kebijakan dan kepemimpinan.