Redaksi88.com – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menanggapi isu yang belakangan beredar terkait rencana pemangkasan kuota haji Indonesia hingga 50 persen pada tahun 2026.
Dalam isu wacana yang beredar, pada tahun 2026 pemerintah Arab Saudi akan memangkas kuota haji Indonesia hingga 50 persen.
Menurut keterangan yang disampaikan oleh Badan Penyelenggara (BP) Haji, pemotongan tersebut karena kinerja Kementerian Agama (Kemenag) yang dianggap agak buruk selama operasional haji.
Baca Juga: Dua WNI Ditangkap Otoritas Imigrasi AS usai Kerusuhan di Los Angeles, Ini Penjelasan Kemlu
Dalam keterangan resminya, Menag Nasaruddin Umar meminta publik untuk tidak menyebarkan narasi yang bisa membuat keresahan.
Ia pun mengaku bahwa tidak pernah mendengar isu maupun terlibat pembahasan tentang pemotongan kuota haji.
"Saya tidak pernah mendengarkan isu itu, beberapa kali kami rapat, tidak pernah ada pembahasan seperti itu," ujar Nasaruddin saat berada di Madinah, seperti dikutip dari laman resmi Kemenag, Jumat, 13 Juni 2025.
Baca Juga: Insiden Jatuhnya Pesawat Boeing Air India Saat Lepas Landas, Angkut 242 Penumpang
Ia mengakui bahwa pelaksanaan haji tahun ini memang belum sempurna. Namun, menurutnya, setiap negara memiliki tantangan dan kekurangan masing-masing.
"Hubungan kita dengan pemerintah Saudi Arabia sangat baik, memang ada kekurangan, tapi semua negara juga punya kelemahan. Tidak ada yang sempurna," sambungnya.
Lebih lanjut, Nasaruddin menegaskan bahwa secara umum operasional haji 2025 berjalan dengan lancar dan tidak ada hal darurat yang perlu dikhawatirkan publik.
Baca Juga: Gaji Hakim Naik Tajam, Prabowo: Lebih Baik daripada Dicuri Koruptor
"Mari kita jujur melihat kenyataan, jangan membuat masyarakat resah karena di sini semua berjalan lancar, tidak ada sesuatu yang genting, tidak ada kiamat di dalam kiamat," tegasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para petugas haji yang tetap memberikan layanan terbaik bagi para jemaah meski harus bekerja di tengah kondisi cuaca ekstrem di Makkah.