Redaksi88.com – Platform pelacak aktivitas olahraga, Strava, tengah menjadi sorotan publik dengan tren baru yang unik sekaligus menuai kontroversi.
Fenomena ini muncul ketika sejumlah pengguna rela membayar orang lain untuk berlari menggunakan akun mereka, semata-mata demi memamerkan catatan waktu dan jarak tempuh impresif di profil Strava.
Padahal, Strava yang populer di kalangan pelari dunia umumnya dimanfaatkan untuk memantau perkembangan latihan, mencatat rekor pribadi, hingga bersaing di papan peringkat komunitas.
Baca Juga: AS-China Perpanjang Gencatan Perang Dagang hingga November 2025
"Sayangnya, pengaruh media sosial membuat sebagian orang mencari jalan pintas untuk terlihat hebat di mata publik," tulis The Running Week yang dikutip pada Selasa, 12 Agustus 2025.
Tren ini dikenal dengan istilah strava jockey atau joki Strava, yakni seseorang yang disewa untuk menjalankan rute atau mengikuti lomba menggantikan pemilik akun asli.
Dengan begitu, sang pemilik akun dapat mengunggah hasil lari luar biasa tanpa harus bersusah payah.
Pertanyaannya, apa yang sebenarnya melatarbelakangi munculnya fenomena ini?
Baca Juga: Fenomena Rojali-Rohana Bikin Mall Sepi, Ekonom Soroti Maraknya E-Commerce
Tekanan Tampil Prima di Medsos
The Running Week menilai, tekanan untuk selalu tampil prima di media sosial (medsos) menjadi pendorong utama.
Bagi sebagian orang yang sibuk, cedera, atau kehilangan motivasi, menyewa joki strava dianggap sebagai solusi cepat untuk tetap eksis di dunia lari digital tersebut.
Fenomena ini semakin menggoda ketika perlombaan virtual dan tantangan online menawarkan hadiah atau pengakuan publik bagi pemenangnya.
Bagi sebagian orang, reputasi digital sama berharganya dengan prestasi nyata.