AS-China Perpanjang Gencatan Perang Dagang hingga November 2025

Ibrahim Shiddiq, Redaksi88
- Selasa, 12 Agustus 2025 | 20:45 WIB
Presiden China, Xi Jinping (kiri) dan Presiden AS, Donald Trump (kanan).  (Instagram.com / @xi_jinping - @realdonaldtrump)
Presiden China, Xi Jinping (kiri) dan Presiden AS, Donald Trump (kanan). (Instagram.com / @xi_jinping - @realdonaldtrump)

Redaksi88.com – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump resmi memperpanjang gencatan atau penghentian sementara perang dagang dengan China selama 90 hari, hingga November 2025.

Keputusan ini diambil hanya beberapa jam sebelum tenggat waktu pada Selasa, 12 Agustus 2025, saat tarif baru antara kedua negara seharusnya mulai berlaku.

Dalam pernyataan resmi yang ditandatangani pada Senin, 11 Agustus 2025, Trump mengatakan AS masih melanjutkan pembicaraan dengan China untuk mengatasi ketidakseimbangan perdagangan, serta isu keamanan nasional dan ekonomi.

Baca Juga: Fenomena Rojali-Rohana Bikin Mall Sepi, Ekonom Soroti Maraknya E-Commerce

Trump menegaskan, China telah mengambil langkah signifikan dalam memperbaiki perjanjian dagang yang dinilai tidak adil. 

Atas dasar itu, penangguhan kenaikan tarif akan berlaku hingga 10 November 2025.

Menanggapi hal tersebut, Pemerintah China pada Selasa, 12 Agustus 2025, mengumumkan penangguhan sebagian besar tarif balasan terhadap AS selama 90 hari.

Melalui Kedutaan Besar di Washington, China menyebut kesepakatan ini merujuk pada hasil pertemuan di Stockholm, di mana kedua negara sepakat mendorong perpanjangan penghentian tarif demi memperkuat kerja sama.

Baca Juga: Budi Gunawan Sebut Kemenko Polkam Pantau Kasus Kematian Prada Lucky Namo, Singgung Kehormatan Prajurit TNI

"Kami berharap AS terus bekerja sama dengan China untuk meningkatkan saling pengertian, mengurangi kesalahpahaman, dan memperkuat hubungan melalui dialog," tulis pernyataan tersebut sebagaimana dikutip Financial Times, Selasa, 12 Agustus 2025.

AS juga terbuka untuk melonggarkan sebagian pembatasan ekspor semikonduktor, salah satu tuntutan utama China. 

Bahkan, ada pembahasan kemungkinan pertemuan puncak antara Trump dan Presiden China Xi Jinping, meski belum ada kesepakatan resmi.

Baca Juga: KPK Tanggapi Laporan Nikita Mirzani soal Dugaan Suap Reza Gladys kepada Aparat

Media Financial Times melaporkan, Trump kini mengizinkan perusahaan chip Nvidia dan AMD mengekspor chip canggih ke China dengan imbalan biaya tertentu. 

Halaman:

Editor: Ibrahim Shiddiq

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X