nasional

Tokoh Lintas Agama Bahas Korupsi hingga UU Perampasan Aset dengan Presiden Prabowo

Rabu, 3 September 2025 | 11:20 WIB
Presiden RI Prabowo Subianto betemu dengan para lintas agama bahas korupsi hingga UU Perampasan Aset. (Sekretariat Presiden)

REDAKSI88.com  – Para tokoh lintas agama bertemu Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Senin (1/9), untuk menyampaikan aspirasi terkait isu-isu nasional. Dalam pertemuan tersebut, mereka membahas persoalan pajak, korupsi, perilaku elit pejabat, hingga rencana pengesahan Undang-Undang Perampasan Aset.

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana terbuka itu dihadiri pimpinan organisasi keagamaan besar, seperti PBNU, PGI, MATAKIN, Wahdah Islamiyah, dan Parisada Hindu Dharma Indonesia.

Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), Jacklevyn Frits Manuputty, menegaskan forum tersebut berjalan penuh keterbukaan. Ia menyampaikan sejumlah persoalan publik secara langsung kepada Presiden.

Baca Juga: Sudah Waktunya Pemerintah Gandeng Media yang Dipercaya Rakyat, Bukan Influencer

“Kami bicara sangat terbuka tentang pajak yang memberatkan rakyat, korupsi, hingga perilaku pejabat di ruang elit. Kami juga menyinggung soal kenaikan tunjangan DPR, yang langsung ditanggapi Presiden dan Ketua DPR,” ujarnya.

Jacklevyn menambahkan, Prabowo berkomitmen memperjuangkan pengesahan UU Perampasan Aset bersama DPR.

Sementara itu, Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf menyatakan bahwa Presiden mendengar dan memahami aspirasi masyarakat yang disampaikan tokoh agama.

Baca Juga: Ikuti Instruksi Prabowo, Ketua Banggar DPR Siap Hapus Tunjangan Pejabat Parlemen Termasuk Perumahan

“Presiden menjawab semua pertanyaan dengan menunjukkan langkah-langkah konkret yang telah dilakukan, baik oleh pemerintah maupun DPR. Kami berharap setelah ini komitmen pemenuhan aspirasi rakyat ditunjukkan lebih kuat, agar masyarakat lebih tenang,” katanya.

Yahya menegaskan, para pemimpin agama siap membantu menjaga ketenangan publik.

Ketua Umum Wahdah Islamiyah, Ustaz Zaitun Rasmin, menambahkan bahwa pertemuan ini merupakan inisiatif ormas, bukan undangan Presiden.

“Kami sudah lama berencana bertemu Presiden, awalnya untuk membahas genosida di Gaza. Namun melihat kondisi dalam negeri, kami bersepakat memperluas pembahasan, termasuk menyampaikan bela sungkawa kepada korban demonstrasi di berbagai daerah,” jelasnya.

Baca Juga: BPS Catat Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke RI Juli 2025 Tembus 1,48 Juta, Didominasi Australia dan Malaysia

Adapun Ketua Umum Parisada Hindu Dharma Indonesia, Wisnu Bawa Tenaya, menyampaikan pesan moral melalui nilai panca satya. Ia mengingatkan Presiden agar berani bersikap tegas kepada pejabat di tingkat atas, serta mengajak seluruh bangsa menjaga persatuan.

Halaman:

Tags

Terkini