Redaksi88.com – Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas menyusul maraknya kasus keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Seperti diketahui sebelumnya, dalam beberapa waktu terakhir, ratusan siswa di sejumlah daerah menjadi korban.
Salah satunya di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, tercatat lebih dari 1.300 siswa mengalami keracunan hanya dalam kurun 3 hari.
Pemerintah daerah pun menetapkan kasus tersebut sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).
Menanggapi kondisi itu, BGN pun beberapa upaya, seperti membentuk tim investigasi serta memberi sanksi penutupan dapur.
Penutupan Dapur MBG Bermasalah
Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, menyatakan telah ada ada langkas tegas yang dikeluarkan, yakni memberi surat penutupan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terindikasi bermasalah.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Terkejut Tarif Cukai Rokok 57 Persen, Pengamat: Keterkejutan Bagian dari Gaya
“Hari ini sudah kita keluarkan surat kepada semua dapur yang kemarin bermasalah, dimulai karena yang paling banyak di bulan September, kita tutup,” ujar Nanik saat ditemui di Bogor, Jawa Barat, Kamis, 25 September 2025.
Ia menambahkan, penutupan itu tidak dibatasi jangka waktu tertentu, melainkan menunggu hasil investigasi yang sedang berlangsung.
“Kita sudah kirimin surat per hari ini, yang tadinya cuma sekadar tutup sementara, (sekarang) kita tutup dalam batas waktu yang tidak ditentukan,” imbuhnya.
Baca Juga: Trump Tuntut PBB Lakukan Penyidikan, Klaim Alami 3 Sabotase Ini saat Hadiri Sidang Majelis Umum
Verifikasi Dapur SPPG Diperketat
Selain penutupan, BGN juga memperketat verifikasi dapur penyedia makanan MBG.
Menurut Nanik, inspeksi lapangan akan dilakukan secara langsung untuk memastikan standar kelayakan dapur.