Spekulasi berkembang bahwa organisasi itu memiliki proyek besar di Indonesia, sehingga sebagian publik bertanya-tanya apakah percakapan tersebut berkaitan dengan urusan bisnis atau diplomasi.
Menanggapi hal itu, Menteri Luar Negeri (Menlu), Sugiono kini angkat bicara terkait kebocoran percakapan Trump dan Prabowo tersebut.
Baca Juga: Ramai Kandungan Susu MBG Hanya 30 Persen Susu Segar, BGN Klaim Nilai Gizinya Tetap Setara
Sugiono menegaskan bahwa percakapan tersebut merupakan hal yang biasa dalam komunikasi antar pemimpin negara.
“Biasa kan ya Pak Presiden berbicara dengan kepala negara yang lain, berdua-berdua itu biasa,” ujar Sugiono kepada awak media di Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, pada Selasa, 14 Oktober 2025.
Lantas, apa saja hal-hal yang diutarakan Menlu Sugiono tentang percakapan Trump dan Prabowo itu? Berikut ini ulasan selengkapnya.
Hubungan Akrab di Balik Panggung Diplomasi
Menlu Sugiono menjelaskan, hubungan Prabowo dan Trump terjalin cukup lama.
Keduanya dinilai memiliki kedekatan personal yang membuat percakapan informal kerap terjadi.
“Karena dua-duanya juga teman lah ya,” kata Sugiono.
Baca Juga: Gaya Komunikasi Menkeu Purbaya Jadi Sorotan DPR, Ingatkan Tak Komentari Kebijakan Kementerian Lain
Menurut Sugiono, selama KTT di Sharm El Sheikh, Prabowo memang banyak berbincang dengan berbagai pemimpin dunia.
“Beliau juga, Pak Prabowo, Pak Presiden sering ngobrol berdua. Kemarin juga di saat menunggu di lounge itu beliau berbicara dengan banyak kepala negara dalam waktu yang sedemikian panjang menunggunya,” ungkapnya.
Proyek Trump Organization di Indonesia
Hubungan keluarga Trump dengan Indonesia menambah warna dalam isu ini.
Eric Trump dan Donald Trump Jr. yang disebut dalam percakapan merupakan Wakil Presiden Eksekutif Trump Organization.
Perusahaan keluarga itu memiliki proyek real estat dan klub golf di luar Jakarta, juga terlibat dalam sejumlah investasi berbasis blockchain di Asia.