Redaksi88.com – Sedang hangat diperbincangkan sebagian publik soal beredarnya rekaman percakapan antara Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di sela KTT Perdamaian Gaza di Sharm El Sheikh, Mesir, pada Senin, 13 Oktober 2025.
Percakapan tersebut diketahui publik setelah mikrofon yang digunakan masih menyala usai sesi resmi berakhir.
Suara samar yang terdengar itu memuat obrolan pribadi yang semestinya tidak tersiar ke ruang publik.
Dalam rekaman yang dilaporkan Reuters pada Selasa, 14 Oktober 2025, terdengar Prabowo meminta Trump untuk mempertemukannya dengan Eric Trump, putra Presiden AS tersebut.
Dialog itu terjadi sesaat setelah Trump menyampaikan pidato di hadapan para pemimpin dunia mengenai upaya gencatan senjata di Gaza antara Israel dan Hamas.
Dalam cuplikan audio, memperdengarkan Prabowo menyebut wilayah yang dinilai tidak aman dari segi keaman, sebelum kemudian menanyakan mengenai Eric Trump.
“Bisakah saya bertemu Eric?” tanya Prabowo.
“Saya akan meminta Eric menelepon. Haruskah saya melakukannya? Dia anak baik,” jawab Trump.
Prabowo kemudian menanggapi dengan suara pelan, menyiratkan rencana untuk melanjutkan pembicaraan di tempat yang lebih baik.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Optimistis Ekonomi Membaik hingga Akhir 2025, Beberkan Peluang Penurunan PPN di 2026
“Kita akan mencari tempat yang lebih baik,” sebut Prabowo.
Kini, hubungan akrab antara kedua pemimpin tersebut pun langsung menjadi bahan perbincangan publik.
Narasi tentang Trump Organization, perusahaan yang dipimpin Eric dan Donald Trump Jr, turut mencuat.
Artikel Terkait
Renovasi Ponpes Al Khoziny Pakai APBN Tuai Polemik, Cak Imin Tantang Pengkritik Beri Solusi
Gaya Komunikasi Menkeu Purbaya Jadi Sorotan DPR, Ingatkan Tak Komentari Kebijakan Kementerian Lain
Ramai Kandungan Susu MBG Hanya 30 Persen Susu Segar, BGN Klaim Nilai Gizinya Tetap Setara
Menkeu Purbaya Optimistis Ekonomi Membaik hingga Akhir 2025, Beberkan Peluang Penurunan PPN di 2026
4 Fakta Terkini Kasus Pencemaran Radioaktif di Cikande: Pelaku Industri Udang Cari Solusi Ekspor Kembali ke AS