Redaksi88.com – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sederet update terkait pelaksanaan ibadah haji dalam Sidang Kabinet Paripurna yang digelar di Istana Negara, Jakarta Pusat, pada Senin, 20 Oktober 2025.
Sidang tersebut sekaligus menjadi momentum memperingati satu tahun kepemimpinan Prabowo–Gibran.
Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo juga menjelaskan alasan dibentuknya Kementerian Haji (Kemenhaj), yang kini secara khusus menangani urusan ibadah haji setelah sebelumnya berada di bawah kewenangan Kementerian Agama (Kemenag).
Menurut Prabowo, pembentukan Kemenhaj merupakan tindak lanjut dari permintaan langsung pemerintah Arab Saudi untuk memudahkan komunikasi dan koordinasi antarpejabat terkait penyelenggaraan ibadah haji.
Baca Juga: Setelah Tragedi Perundungan Mahasiswa Unud, Muncul Seruan Reformasi Budaya Akademik di Kampus
“Kita mendirikan Kementerian Haji karena permintaan Arab Saudi, mereka bilang urusan haji adalah menteri haji, jadi kami minta urusannya sama pejabat,” ungkap Prabowo dalam pidato sambutannya.
“Dia maunya menteri, apa boleh buat, kita menyesuaikan,” imbuhnya.
Upaya Menekan Biaya dan Waktu Tunggu Haji
Presiden Prabowo menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen untuk menekan biaya pelaksanaan ibadah haji agar lebih terjangkau bagi masyarakat.
“Saya minta biaya haji harus terus turun, bisa dengan efisiensi dan pelaksanaannya yang bersih,” ucap Prabowo.
Selain menekan biaya, pemerintah juga berupaya memperpendek waktu antre keberangkatan calon jemaah haji Indonesia yang selama ini dinilai terlalu panjang.
Baca Juga: Prabowo Kritik Aparat Penegak Hukum: Tajam ke Bawah, Tumpul ke Atas
“Waktu tunggu haji juga bisa dipercepat dari 40 tahun, sekarang hampir setengah kita potong, tunggu 26 tahun. Tapi, itu masih lama juga, kita berusaha untuk memotong lebih,” terangnya.
Pembangunan Kampung Haji Indonesia di Makkah
Dalam pidato itu, Prabowo juga membahas tentang Kampung Haji Indonesia yang diperuntukkan bagi jemaah Indonesia untuk memudahkan proses ibadah.
“Alhamdulillah pemerintah Arab Saudi untuk pertama kali dalam sejarah setuju pembangunan kampung Indonesia di kota Makkah, pemerintah Arab Saudi akhirnya saya datangi berapa kali, saya lobby terus mungkin beliau kasihan sama kita,” kata Ketum Partai Gerindra itu.