Kasus Perundungan Mahasiswa UNUD, Ayah Timothy Anugerah Pilih Memaafkan: Biarlah Kampus yang Bertindak

Ibrahim Shiddiq, Redaksi88
- Minggu, 19 Oktober 2025 | 17:00 WIB
Menyoroti skandal perundungan yang membayangi kasus kematian Timothy Anugerah di kampus Udayana.  (X.com/@Meta80ki)
Menyoroti skandal perundungan yang membayangi kasus kematian Timothy Anugerah di kampus Udayana. (X.com/@Meta80ki)

Redaksi88.com – Kasus dugaan perundungan atau bullying yang menimpa almarhum Timothy Anugerah Saputra, mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Udayana (UNUD), menimbulkan kekhawatiran sebagian publik tentang bahaya kasus tersebut di lingkungan pendidikan.

Sebelumnya diketahui, Timothy dinyatakan meninggal dunia pada Rabu, 15 Oktober 2025. 

Berdasarkan informasi yang beredar, ia diduga mengakhiri hidupnya dengan melompat dari lantai dua gedung FISIP di kampus tersebut.

Di tengah gelombang kemarahan publik, sikap ayah Timothy justru menarik perhatian banyak pihak. 

Baca Juga: Mahfud MD Siap Diperiksa, Sebut KPK Salah Menafsirkan Isu Kereta Cepat Whoosh

Meski tengah berduka dan merasakan kehilangan mendalam, ia memilih untuk menenangkan hati dan tidak larut dalam amarah.

“Saya sakit hati sekali, tapi saya punya Tuhan yang mengajarkan saya memaafkan orang yang salah. Biarkanlah pihak kampus yang melakukan tindakan,” ujar ayah Timothy dalam video yang diunggah ulang oleh akun Instagram @pembasmi.kehaluan.reall, pada Minggu, 19 Oktober 2025.

“Dari pihak media sosial juga sudah memberikan mereka sanksi,” tambahnya.

Pernyataan penuh ketulusan itu menyentuh hati banyak warganet. Tak sedikit yang menilai sikap sang ayah mencerminkan kebesaran jiwa dan kekuatan iman di tengah tragedi yang menyayat hati.

Baca Juga: IFG dan Bahana TCW Dorong Penguatan Tata Kelola Investasi Asuransi Berbasis Risiko Melalui CFO Forum AAUI 2025

Namun di balik hal itu, muncul pertanyaan publik mengenai bagaimana kekerasan sosial semacam ini masih bisa terjadi di lingkungan akademik tempat yang seharusnya menanamkan nilai-nilai kemanusiaan?

Terkini, sebagai tindak lanjut pihak Universitas Udayana menjatuhkan sanksi kepada empat mahasiswa pengurus Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik (Himapol) FISIP yang diduga terlibat dalam perundungan terhadap Timothy.

Jeratan Sanksi dari Kampus ke Pembuli

Diketahui, para pelaku skandal bullying terhadap Timothy kini diberhentikan dari jabatan organisasi, dijatuhi pengurangan nilai soft skill, serta diwajibkan membuat surat dan video permintaan maaf.

Wakil Dekan III FISIP Unud, I Made Anom Wiranata menegaskan langkah tersebut merupakan bagian dari pembinaan moral, bukan ekspresi kemarahan.

Halaman:

Editor: Ibrahim Shiddiq

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X