NTT- Pada Senin, 04 November 2024, pukul 02:27 WITA, Gunung Lewotobi Laki-laki di Nusa Tenggara Timur, Flores Timur kembali menunjukkan aktivitasnya dengan erupsi yang menggetarkan bumi sekitar.
Meski tinggi kolom abu tak terpantau, letusan ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 18,5 mm dan durasi 386 detik—sebuah peringatan nyata akan kekuatan alam yang sedang menggeliat.
Menghadapi situasi ini, pemerintah dan pihak terkait mengeluarkan imbauan penting kepada masyarakat yang terdampak bencana, seperti dirilis dari magma.esdm.go.id menyebutkan.
Baca Juga: Tragedi Letusan Lewotobi Laki-Laki, Enam Nyawa Melayang, Desa Klatanlo Berduka
Masyarakat serta pengunjung di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki diinstruksikan untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 7 km dari pusat erupsi, terutama di sektor Utara-Timur Laut dan Timur Laut.
Kawasan ini menjadi zona rawan yang sewaktu-waktu bisa terkena dampak langsung dari erupsi gunung.
Ketenangan masyarakat adalah prioritas utama. Pemerintah daerah meminta warga tetap tenang, mengikuti arahan yang diberikan.
Baca Juga: Konflik Agraria Kian Memanas, Warga Lima Desa Bengkulu Utara Tuntut Kejelasan PT Agricinal
Menghindari menyebarkan atau mempercayai informasi yang tidak jelas kebenarannya, terutama yang berasal dari sumber tak resmi.
Ancaman Lahar Hujan dan Hujan Abu
Di samping potensi material erupsi, bahaya banjir lahar kini mengancam area hilir sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-laki.
Masyarakat di sekitar aliran sungai diimbau untuk waspada, khususnya saat hujan deras mengguyur daerah tersebut, mengingat potensi lahar hujan yang dapat meluluhlantakkan wilayah di sekitarnya.
Tak hanya itu, abu vulkanik yang mungkin menyelimuti wilayah sekitar juga bisa membahayakan kesehatan pernapasan.