REDAKSI88.com, JAKARTA– Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah berjalan sejak 6 Januari 2025 melibatkan banyak pihak, termasuk desa-desa sebagai pemasok utama bahan pangan.
Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Wamendes PDT) Ahmad Riza Patria mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto menginginkan desa-desa berperan aktif dalam memenuhi kebutuhan MBG.
"Pak Prabowo minta agar seluruh kebutuhan MBG dipasok dari desa-desa," kata Ahmad Riza usai menghadiri pembukaan HUT ke-17 Silaturahmi Nasional Gema Desa di Stadion Manahan Solo, Jawa Tengah, pada Sabtu (1/2/2025).
Baca Juga: Pejabat Imigrasi Bandara Soetta Dicopot Imbas 44 Kasus Pemerasan
Untuk itu, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) didorong segera berpartisipasi, bersama UMKM dan koperasi, yang menjadi prioritas dalam distribusi pangan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Partisipasi desa dalam program MBG tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga diyakini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
Perputaran uang di usaha desa diprediksi meningkat 4 hingga 7 kali lipat, sehingga desa yang berkembang dapat bertransformasi menjadi desa maju dan mandiri.
Baca Juga: Ramalan Zodiak Besok: Energi, Tantangan, dan Keberuntungan untuk Leo, Virgo, dan Libra
"Karena itu, harapannya seluruh desa siap menyambut program ini, jadi subjek pembangunan desa," ujar Ahmad Riza.
Pemerintah telah menyiapkan regulasi yang mengatur peran desa dalam ketahanan pangan.
Menurut Permendesa No. 7 Tahun 2023, minimal 20% dana desa harus dialokasikan untuk ketahanan pangan.
"Desa mendukung program ketahanan pangan, mendukung swasembada pangan," tegas Ahmad Riza.
Baca Juga: Retret Kepala Daerah Akan Pakai APBN, Bukan Dana Pribadi Presiden Prabowo
Guna mengoptimalkan potensi lokal, pemerintah akan membentuk desa tematik yang berfokus pada produksi pangan spesifik sesuai dengan sumber daya alam setempat.