Sah! 1 Ramadhan 1446 Hijriah atau tahun 2025 Masehi Jatuh pada 1 Maret 2025

Syamsu Rizal, Redaksi88
- Sabtu, 1 Maret 2025 | 08:48 WIB
Menteri Agama, Nasaruddin Umar (Tengah). (Istimewa)
Menteri Agama, Nasaruddin Umar (Tengah). (Istimewa)

REDAKSI88.com - JAKARTA - Pemerintah Indonesia, melalui sidang isbat yang dipimpin Menteri Agama Nasaruddin Umar, telah resmi menetapkan bahwa 1 Ramadhan 1446 Hijriah jatuh pada hari Sabtu, 1 Maret 2025.

Keputusan ini disambut suka cita oleh umat Islam di seluruh penjuru negeri, menandai dimulainya bulan suci yang penuh berkah.

Sidang isbat bukan sekadar ritual tahunan, tetapi sebuah proses yang menggabungkan metode ilmiah (hisab) dan pengamatan langsung (rukyat).

"Sidang Isbat secara mufakat menetapkan 1 Ramadhan 1446 H jatuh pada Sabtu, 1 Maret 2025," ujar Menag, menegaskan kesepakatan yang dicapai.

Baca Juga: Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1446 H / 2025 M untuk Bengkulu dan Sekitarnya

  • Hisab (Perhitungan Astronomi)

Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama memaparkan data akurat: pada 28 Februari 2025, tinggi hilal di seluruh wilayah Indonesia berada di antara 3,10 derajat hingga 4,68 derajat, dengan sudut elongasi antara 4,78 derajat hingga 6,40 derajat.

Angka-angka ini memenuhi kriteria baru MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura), yaitu tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat.

  • Rukyat (Pengamatan Langsung)

Kementerian Agama menurunkan tim perukyah hilal di 125 titik di Indonesia.

"Kita mendengar laporan dari sejumlah perukyah hilal yang bekerja di bawah sumpah, mulai dari Aceh hingga Papua. Di 125 titik tersebut, tadi dilaporkan oleh Dirjen Bimas Islam, bahwa ada dua perukyah di Aceh yang melihat hilal. Keduanya juga telah disumpah atas pernyataannya tersebut," ujar Menag.

Hal ini membuktikan bahwa hilal memang terlihat, khususnya di wilayah barat laut Indonesia.

Baca Juga: Apa Itu Tradisi Nujuh Likur? Nyala Api Pada Malam Ramadhan di Bengkulu Selatan

Lebih Dari Sekadar Menahan Lapar dan Dahaga

Ramadhan bukan hanya tentang menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga tentang, meningkatkan ketakwaan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Memperkuat tali silaturahmi dan berbagi kebahagiaan dengan sesama, melatih kesabaran, pengendalian diri, dan empati.

"Ramadan bukan hanya sekedar hubungan vertikal. Tapi juga tentang kasih sayang kepada sesama. Sebab seorang muslim sejati tidak hanya bercermin kepada Tuhan. Tetapi juga kepada manusia dan lingkungan sekitarnya,” pesan Menag.

Halaman:

Editor: Syamsu Rizal

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Wafat

Sabtu, 18 April 2026 | 13:54 WIB
X