REDAKSI88.com, Bengkulu Utara – Polemik biaya perpisahan kembali mencuat di SMA 8 Bengkulu Utara setelah beredar informasi bahwa setiap siswa diwajibkan membayar Rp250.000 untuk mengikuti acara perpisahan yang akan digelar pada 12 April 2025 di Gedung Pancasila Unit 5.
Informasi tersebut tersebar di kalangan siswa, dengan pesan yang mengimbau mereka untuk memberitahu orang tua secara perlahan tanpa memaksa.
Pembayaran uang perpisahan harus diselesaikan paling lambat 8 Maret 2025 melalui bendahara sekolah.
Baca Juga: Ironi Skandal Korupsi Pertamina, Para Tersangka ‘Diskusi’ di Grup WhatsApp ‘Orang orang Senang'
Tidak hanya itu, dalam pesan yang beredar, seluruh siswa diharapkan mengikuti acara perpisahan tersebut dan diminta bertanggung jawab terhadap pembayaran tanpa menunggu teguran dari pihak sekolah.
Kebijakan ini menimbulkan pertanyaan di kalangan masyarakat, terutama terkait transparansi dan urgensi biaya yang dibebankan kepada siswa.
Sejumlah orang tua merasa keberatan, mengingat tidak semua keluarga memiliki kondisi ekonomi yang memungkinkan untuk membayar iuran tersebut.
Baca Juga: Minyakita yang Dikurangi Takarannya dan palsu Resmi Ditarik, Pelaku Terancam Hukuman Berat!
Hingga berita ini diturunkan, pihak sekolah belum memberikan klarifikasi resmi terkait kebijakan tersebut, meski sudah disampaikan konfirmasi oleh awak media ini.
Polemik ini mengundang perhatian publik, mengingat isu pungutan di sekolah kerap menjadi sorotan dalam dunia pendidikan yang ada di Bengkulu Utara.***
Artikel Terkait
Polres Bengkulu Utara Masih Melakukan Monitoring Harga Pangan demi Stabilitas Selama Ramadhan
Polres Bengkulu Utara Imbau Pedagang Jaga Stabilitas Harga Pangan Selama Ramadhan
Minyakita Tak Hanya ‘Disunat’ Takarannya, Polisi Temukan Produk Palsu di Pasaran
Minyakita yang Dikurangi Takarannya dan palsu Resmi Ditarik, Pelaku Terancam Hukuman Berat!
Terungkap! Para Tersangka Korupsi Minyak Pertamina Punya Grup WhatsApp ‘Orang Orang Senang’, Ini Kata Kejagung
Ironi Skandal Korupsi Pertamina, Para Tersangka ‘Diskusi’ di Grup WhatsApp ‘Orang orang Senang'