Redaksi88.com - Timnas Indonesia U 17 bersiap menghadapi pertandingan sengit melawan Korea Utara dalam babak perempat final Piala Asia U 17 2025.
Laga yang digelar di Stadion King Abdullah Sport City, Jeddah, Arab Saudi ini akan berlangsung Senin (14/4/2025) pukul 21.00 WIB.
Baca Juga: Ketua PN Jaksel Diduga Manfaatkan Jabatan untuk Atur Putusan Bebas dalam Kasus Korupsi Minyak Goreng
Menghadapi format turnamen yang menerapkan adu penalti jika skor imbang setelah 90 menit, Coach Nova Arianto mengaku telah menyiapkan strategi khusus.
"Yang pasti kami siapkan semuanya, termasuk adu penalti," tegas Nova dalam konferensi pers PSSI, Senin (14/4). "Kami sudah siapkan kemarin dan kami buat lagi hari ini persiapannya, seandainya harus adu penalti," tambahnya.
"Kami sudah siapkan kemarin dan kami buat lagi hari ini persiapannya, seandainya harus adu penalti," sambungnya.
Baca Juga: Tunggu Hasil Penyidikan, IDI Siap Pecat Dokter PPDS Pelaku Rudapaksa di RSHS Bandung
Di sisi lain, Nova menyebut adanya evaluasi permainan para punggawa Timnas Indonesia U-17 menjelang laga di perempat final Piala Asia.
Terkhusus, pelatih Garuda Muda itu menyoroti masalah mendasar seperti mengumpan dan pengambilan keputusan di lapangan.
"Kita bisa lihat saat lawan Afganistan banyak keputusan pemain yang terlambat dalam mengeksekusi bola," terang Nova.
Baca Juga: Polisi Tangkap Mantan Pemain Drama Kolosal Diduga Sebagai Pengedar Uang Palsu, Begini Kronologinya
"Seperti kapan dia harus shooting dan mengoper bola, itu jadi catatan kami dan semoga di dua hari ini bisa diperbaiki. Dan saat melawan Korea Utara bisa lebih improve ke depannya," tambahnya.***
Artikel Terkait
Polisi Ciduk Mantan Artis Drama Kolosal Terkait Kasus Pengedar Uang Palsu, Rp223 Juta Upal Berhasil Diamankan
Tunggu Hasil Penyidikan, IDI Siap Pecat Dokter PPDS Pelaku Rudapaksa di RSHS Bandung
Ketum IDI Kritik Sistem Pengawasan RS yang Lemah dalam Kasus Rudapaksa Dokter Residen di RSHS Bandung
Kejagung Beberkan Alur Suap Rp22,5 Miliar yang Melibatkan 3 Hakim dalam Kasus Korupsi Minyak Goreng
Ketua PN Jaksel Diduga Manfaatkan Jabatan untuk Atur Putusan Bebas dalam Kasus Korupsi Minyak Goreng