Kebijakan Dedi Mulyadi Kirim Siswa "Nakal" ke Barak TNI Dipantau Kak Seto: Begini Kata Ketua LPAI

Syamsu Rizal, Redaksi88
- Senin, 12 Mei 2025 | 15:00 WIB
Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia, Seto Mulyadi alias Kak Seto (tengah) dan Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (kanan).  (Instagram.com/@disdikjabar)
Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia, Seto Mulyadi alias Kak Seto (tengah) dan Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (kanan). (Instagram.com/@disdikjabar)

REDAKSI88.comKebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengirim siswa bermasalah ke barak Tentara Nasional Indonesia (TNI) melalui program Pendidikan Karakter Panca Waluya terus menuai pro-kontra di media sosial. 

Sebagian publik menilai langkah ini berpotensi melanggar hak perlindungan anak.

Merespons hal itu, Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi atau Kak Seto melakukan pemantauan langsung di Dodik Bela Negara Rindam III Siliwangi, Bandung Barat, pada Minggu (11/5/2025). 

Baca Juga: Beberapa Negara Terlibat Konflik Global, Hasan Nasbi Ingatkan Ucapan Prabowo 2019 Soal Ancaman Perang

Kunjungannya terekam dalam unggahan Instagram resmi Dinas Pendidikan Jabar (@disdikjabar).

Dalam pantauannya, Kak Seto menegaskan bahwa program ini tidak bertentangan dengan prinsip perlindungan anak.

"Sering banyak orang salah sangka. Meski ada unsur pendidikan oleh militer, tapi tetap menggunakan bahasa anak dan memenuhi hak-hak anak," jelasnya dalam keterangan yang dibagikan @disdikjabar.

Baca Juga: Kisah Inspiratif Pedagang Sate Sumut yang Mewujudkan Mimpi Haji 2025 Setelah 55 Tahun Berjuang

Ia menambahkan, program ini justru dirancang untuk memastikan hak-hak anak terpenuhi, termasuk aspek kesehatan dan psikologis.

"Hak untuk tumbuh dan berkembang, mendapatkan perlindungan, didengar suaranya, bahkan ada cek kesehatan, dan psikologi," tegas Kak Seto.

Baca Juga: Perjuangan 27 Tahun Pasangan Penjual Bakso yang Akhirnya Mewujudkan Mimpi Haji 2025

Pendidikan karakter berbasis militer ini digagas Dedi Mulyadi sebagai upaya pembinaan bagi siswa yang dinilai memiliki masalah disiplin. 

Meski menuai kritik, program ini diklaim tetap berorientasi pada kepentingan terbaik anak dengan pendekatan yang sesuai usia peserta.***

Editor: Syamsu Rizal

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Wafat

Sabtu, 18 April 2026 | 13:54 WIB
X