Zulhas: Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes) untuk Tekan Tengkulak dan Rentenir, Perkuat Ekonomi Desa

Syamsu Rizal, Redaksi88
- Senin, 12 Mei 2025 | 16:00 WIB
 Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dan Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas).  (Tim Media Presiden Prabowo Subianto)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dan Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas). (Tim Media Presiden Prabowo Subianto)

REDAKSI88.com - Pemerintah mempercepat transformasi ekonomi desa melalui pembentukan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes), sebuah inisiatif strategis untuk memangkas dominasi tengkulak dan rentenir sekaligus memperpendek rantai pasok kebutuhan pokok.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dan Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), menegaskan bahwa Kopdes akan menjadi solusi bagi masalah struktural yang selama ini membebani masyarakat desa.

Dalam rapat terbatas bersama Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (8/5/2025), Zulhas menyatakan bahwa pembentukan Kopdes merupakan tindak lanjut dari Keputusan Presiden (Keppres) No. 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih.

Baca Juga: Video Viral Pembacokan Pengantin Pria: Pelaku Tembak ke Udara, Korban Lari dengan Luka Bacok di Wajah

Hingga 8 Mei 2025, sebanyak 9.835 unit Kopdes telah terbentuk dan akan terus bertambah seiring percepatan implementasi di lapangan.

"Koperasi ini dibentuk untuk memotong rantai pasok yang panjang. Jadi Kopdes bisa menyalurkan sembako dari produsen langsung ke Kopdes, jadi nanti pasokan yang panjang dipotong," jelas Zulhas.

Kopdes tidak hanya berfungsi sebagai distributor utama bantuan pemerintah—seperti pupuk, tabung gas, dan sembako—tetapi juga menjadi mitra lembaga keuangan (BRI dan BNI) guna mengurangi ketergantungan masyarakat pada rentenir dan pinjaman online (pinjol) ilegal.

Baca Juga: 7 Nyawa Melayang di Malabero: Kapal Penuh Wisatawan Tenggelam Usai Gagal Hadapi Ganasnya Ombak

Dengan mekanisme simpan pinjam yang diawasi, Kopdes diharapkan mampu memberantas praktik lintah darat yang merugikan warga desa.

"Juga akan memotong selain rantai pasok juga akan memotong rentenir-rentenir, pinjol karena ada BNI di situ. Kemudian juga akan menghilangkan tengkulak-tengkulak. Jadi langsung dari pusat seperti pupuk, koperasi-koperasi langsung kepada rakyat. Sehingga tengkulak-tengkulak akan habis," tegas Zulhas.

Saat ini, Indonesia memiliki lebih dari 130 ribu koperasi, namun banyak yang tidak berkembang.

Melalui skema baru, koperasi eksisting dapat dikonversi menjadi Kopdes atau dibentuk unit baru, tergantung hasil Musyawarah Desa Khusus (Musdesus).

Baca Juga: Begini Kronologi Skandal Inses Kakak-Adik Buang Bayi Via Ojol di Medan

Untuk memastikan program ini berjalan lancar, pemerintah membentuk Satgas Kopdes dengan Zulhas sebagai ketua.Kopdes ditargetkan beroperasi penuh dan diluncurkan secara resmi pada 28 Oktober 2025, bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda.

Halaman:

Editor: Syamsu Rizal

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Wafat

Sabtu, 18 April 2026 | 13:54 WIB
X