Tak Menginap di Tenda, Ini Strategi Kemenag Urai Kepadatan Jemaah Haji Calon Indonesia di Mina Usai Lempar Jumrah

Ibrahim Shiddiq, Redaksi88
- Rabu, 28 Mei 2025 | 11:48 WIB
Potret tenda jemaah calon haji yang ada di Mina.  (Instagram.com / kemenag_ri)
Potret tenda jemaah calon haji yang ada di Mina. (Instagram.com / kemenag_ri)

Redaksi88.com – Kementerian Agama (Kemenag) RI menerapkan skema tanazul sebagai langkah strategis untuk mengurai kepadatan jemaah calon haji Indonesia di Mina, terutama usai melontar jumrah.

Melalui skema ini, sebagian jemaah tidak akan menginap di tenda-tenda yang disediakan di Mina, melainkan kembali ke hotel yang berada di sekitar kawasan Jamarat saat tengah malam.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menjelaskan, skema ini akan melibatkan sekitar 30 ribu jemaah calon haji Indonesia yang akan diarahkan untuk menginap di hotel guna mengurangi beban kepadatan di kawasan Mina.

Baca Juga: Agar Tak Terpisah di Puncak Haji, Kemenag Upayakan Pasangan Jemaah Bisa Bersama di Armuzna

“Langkah skema tanazul ini kami ambil untuk mengurangi kepadatan tenda Mina,” ujar Nasaruddin Umar usai sidang Isbat awal Zulhijjah di Jakarta, sebagaimana dikutip dari laman resmi Kemenag, Rabu, 28 Mei 2025.

Ia menambahkan, hotel yang menjadi tempat inap alternatif tersebut justru memiliki lokasi yang lebih dekat ke area lontar jumrah dibandingkan dengan kemah-kemah di Mina.

“Bahkan, lokasi hotel lebih dekat ke tempat lontar jumrah dibandingkan kemah di Mina, karena ini ikhtiar kami agar jamaah lebih nyaman dan ibadah lebih lancar,” jelasnya.

Baca Juga: Tak Disangka! Inilah Barang Bukti yang Berhasil Diamankan Polisi dalam Operasi Pekat

Dalam kesempatan yang sama, Nasaruddin juga menyampaikan perkembangan terbaru terkait penyelenggaraan haji tahun ini, termasuk penanganan berbagai persoalan yang muncul di lapangan.

“Alhamdulillah, hingga saat ini penyelenggaraan haji berjalan lancar tanpa kendala berarti, kekurangan kecil yang sempat muncul dapat kami atasi dengan cepat,” imbuhnya.

Salah satu perhatian Kemenag adalah upaya menyatukan kembali pasangan jemaah calon haji yang sempat terpisah akibat ditangani oleh Syarikah yang berbeda. 

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) saat ini tengah berkoordinasi dengan pihak Syarikah agar pasangan-pasangan tersebut bisa bersama-sama menjalankan ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).***

Editor: Ibrahim Shiddiq

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Wafat

Sabtu, 18 April 2026 | 13:54 WIB
X