REDAKSI88.com - Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa aktivitas penambangan nikel di Raja Ampat harus memastikan kelestarian alam dan situs budaya.
Pernyataan ini disampaikan menyusul ramainya pemberitaan mengenai operasi tambang nikel di kawasan tersebut.
“Kita harapkan jangan ada satu penambangan yang bisa merusak keindahan alam dan juga ekosistem yang saya kira sangat indah di Raja Ampat,” ujar Fadli Zon usai salat Idulfitri di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (6/6/2025).
Baca Juga: Susi Pudjiastuti Soroti Ancaman Tambang Nikel di Raja Ampat, DPR Minta Evaluasi Menyeluruh
Ia menambahkan bahwa pemerintah akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan investasi pertambangan tidak mengganggu lingkungan maupun warisan budaya.
“Ini yang mungkin nanti harus dibicarakan, bagaimana investasi dan kegiatan-kegiatan penambangan itu jangan sampai mengganggu situs-situs bersejarah, termasuk situs yang merupakan ekosistem alam yang sudah baik terjaga selama ini,” tegasnya.
Fadli Zon juga mendukung keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia yang menghentikan sementara operasi penambangan nikel di Raja Ampat untuk verifikasi lapangan.
Baca Juga: Viral! Pemuda Papua Tunggangi Paus Raksasa di Raja Ampat
“Ya, kita sangat setuju, harusnya demikian, jangan sampai itu merusak,” katanya.
Penambangan nikel di wilayah Raja Ampat diketahui dioperasikan oleh PT GAG Nikel. Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia telah memerintahkan penghentian sementara kegiatan tersebut guna memverifikasi dampak lingkungan dan sosial.
Langkah ini diambil guna memastikan aktivitas pertambangan tidak mengancam keanekaragaman hayati dan kekayaan budaya di Raja Ampat, yang dikenal sebagai salah satu destinasi wisata bahari terbaik dunia.***
Artikel Terkait
Viral! Pemuda Papua Tunggangi Paus Raksasa di Raja Ampat
Susi Pudjiastuti Soroti Ancaman Tambang Nikel di Raja Ampat, DPR Minta Evaluasi Menyeluruh
Jokowi Tegaskan Presiden dan Wapres Sepaket, Tanggapi Usulan Pemakzulan Gibran
Pemerintah Arab Saudi Tutup Pintu Visa Haji Furoda 2025, Menag: Pengembalian Dana Tergantung Organizer
Masjidil Haram Dipadati Wanita Saat Puncak Haji di Arafah, Siapa Mereka?
Jokowi Buka Suara Soal Wacana Pemakzulan Gibran: Semua Harus Ikuti Mekanisme Negara