Sri Mulyani Kunjungi Nduga Pakai Rompi Anti Peluru: Sejarah Baru bagi Papua

Syamsu Rizal, Redaksi88
- Minggu, 8 Juni 2025 | 14:30 WIB
Menteri Keuangan, Sri Mulyani (Kiri) ditemani Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin (kanan) melakukan kunjungan ke Nduga, Papua.  (Instagram/sjafrie.sjamsoeddin)
Menteri Keuangan, Sri Mulyani (Kiri) ditemani Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin (kanan) melakukan kunjungan ke Nduga, Papua. (Instagram/sjafrie.sjamsoeddin)

REDAKSI88.com – Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin melakukan kunjungan bersejarah ke Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, Minggu (8/6/2025). 

Kedua menteri terlihat mengenakan rompi anti peluru, mengingat Nduga merupakan wilayah rawan konflik antara aparat keamanan dan kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Ini adalah pertama kalinya seorang Menteri Keuangan menginjakkan kaki di Nduga. Sri Mulyani mengakui, dirinya bahkan mungkin menjadi Menkeu pertama yang pernah datang ke wilayah tersebut.

Baca Juga: Aksi Kejar-kejaran Sengit, Mobil Rokok Ilegal vs Petugas PJR Berakhir Tragis

"Betul apa yang dikatakan Pak Menhan, mungkin belum ada Menteri Keuangan yang ke sini (Nduga) atau ke Papua," ujar Sri Mulyani dalam sambutannya.

Meski baru pertama kali ke Nduga, Sri Mulyani mengungkapkan bahwa dirinya telah beberapa kali mengunjungi daerah lain di Papua sejak era pemerintahan Joko Widodo hingga sekarang. 

Namun, kunjungan kali ini dinilai istimewa karena memberikan gambaran langsung tentang kondisi riil di lapangan.

Baca Juga: Isu Pencemaran di Pulau Gag: Begini Kata Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu

"Kalau hanya melihat angka, kita tidak bisa memahami situasi sebenarnya," tegasnya.

Kunjungan ini bertujuan meninjau perkembangan pembangunan, keamanan, pendidikan, dan layanan kesehatan di Nduga. 

Sri Mulyani juga menyampaikan apresiasi kepada Menhan Sjafrie Sjamsoeddin yang memfasilitasi kunjungan tersebut.

Baca Juga: Komisi III DPR Tolak Wacana Legalisasi Kasino: ‘Belum Waktunya, Kultur Kita Berbeda’

Nduga selama ini dikenal sebagai "zona merah" akibat seringnya terjadi kontak senjata antara TNI/Polri dan KKB. 

Kehadiran dua menteri ini menjadi sinyal pentingnya percepatan pembangunan di wilayah Papua yang masih tertinggal.***

Editor: Syamsu Rizal

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Wafat

Sabtu, 18 April 2026 | 13:54 WIB
X