REDAKSI88.com - Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) berinisial TM (45) ditangkap polisi karena diduga melakukan pencabulan terhadap cucu tirinya yang masih berusia di bawah umur.
Aksi keji tersebut telah berlangsung sejak korban, M (11), duduk di kelas 3 Sekolah Dasar (SD).
TM diamankan oleh Tim Opsnal Macan Kandis dan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Bengkulu Utara di rumahnya di Kecamatan Kota Argamakmur pada Selasa (10/5/2025) tanpa perlawanan.
Menurut Kanit PPA Polres Bengkulu Utara, IPDA Freddy Silaen, pelaku merupakan kakek tiri korban. Kasus ini terbongkar setelah ayah korban melaporkannya pada Minggu sebelumnya.
"Hari ini kami dari unit PPA bersama dengan Tim Opsnal Macan Kandis mengamankan satu orang pelaku cabul yang dilaporkan satu minggu lalu oleh ayah kandung korban," jelas Freddy.
Korban yang kini berusia 11 tahun dan telah lulus kelas 6 SD menjadi sasaran pelecehan sejak masih duduk di bangku kelas 3 SD. Pelaku diketahui sebagai ASN aktif di salah satu dinas di Bengkulu Utara.
Baca Juga: KDM Sambut Gubernur Maluku Utara di Lembur Pakuan, Dedi Mulyadi: Cerita Kita Sulit Dicerna
Freddy menambahkan bahwa TM kerap mengancam korban agar tidak berani melaporkan perbuatannya.
"Modusnya dengan ancaman. Pelaku memanfaatkan ketakutan korban yang masih anak-anak. Ini kasus yang sangat memprihatinkan karena dilakukan oleh orang terdekat," tegasnya.
Saat dikonfirmasi, TM mengakui bahwa cucu tirinya tersebut tinggal bersamanya sejak kecil karena ibunya bekerja sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW) di luar negeri.
"Ibunya merantau menjadi TKW, jadi anak itu memang tinggal dengan kami," ujar TM.*
Artikel Terkait
Sorotan Khusus: Wapres Gibran Bagikan Susu dan Mainan untuk Korban Kebakaran Penjaringan, Upaya Trauma Healing?
Kecelakaan Libatkan Mobil dan Motor di Jaksel, Polisi: Seluruh Pengendara Sudah Diamankan
Kebakaran Kembali Landa Kawasan Padat Rawa Buaya, 16 Unit Damkar Dikerahkan ke Lokasi
KDM Sambut Gubernur Maluku Utara di Lembur Pakuan, Dedi Mulyadi: Cerita Kita Sulit Dicerna
Viral Bocah 15 Tahun Gowes dari Brebes untuk Temui Dedi Mulyadi: “Sekolah Berhenti karena Tak Ada Uang, Orang Tua Sudah Tak Ada”