BP Haji Ungkap Kronologi Munculnya Isu Pemangkasan 50 Persen Kuota Haji Indonesia 2026, Singgung Kinerja Kemenag

Ibrahim Shiddiq, Redaksi88
- Kamis, 12 Juni 2025 | 11:00 WIB
Foto ilustrasi jemaah haji/umrah sedang berada di depan Ka’bah.  (Unsplash / Haidan)
Foto ilustrasi jemaah haji/umrah sedang berada di depan Ka’bah. (Unsplash / Haidan)

Redaksi88.com – Isu terkait pemangkasan kuota haji Indonesia sebesar 50 persen untuk tahun 2026 sempat mencuat dan menjadi perhatian publik.

Sebagai catatan, pada operasional haji tahun 2025, Indonesia mendapatkan kuota sebanyak 221 ribu jemaah haji, baik reguler maupun khusus. 

Jumlah ini setara dengan sekitar 25 persen dari total jemaah haji yang datang ke Tanah Suci.

Baca Juga: Ada Jemaah Haji Indonesia Tak Kebagian Katering, Menag Janjikan Kompensasi Uang

Menanggapi wacana pengurangan kuota tersebut, Wakil Kepala Badan Penyelenggara Haji (BP Haji), Dahnil Anzar Simanjuntak, membeberkan alasan di balik munculnya isu tersebut.

Menurutnya, pemerintah Arab Saudi menilai bahwa pelaksanaan haji yang ditangani oleh Indonesia masih belum memuaskan.

“Mereka (pemerintah Arab Saudi) menyampaikan tahun ini penyelenggaraan haji yang dikelola Indonesia dalam hal ini Kementerian Agama itu agak buruk,” ujar Dahnil dalam konferensi pers yang digelar di kantor BP Haji, Jakarta Pusat, Rabu malam, 11 Juni 2025.

Baca Juga: Usai Maung, Prabowo Luncurkan Pandu Mobil Taktis Listrik Karya Anak Bangsa

Dahnil menyebut bahwa dalam pertemuan antara Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi dengan Kepala BP Haji, Mochammad Irfan Yusuf, wacana pemangkasan kuota hingga 50 persen pertama kali disampaikan.

“Itu yang membuat kami agak kaget,” imbuhnya.

Namun, rencana tersebut akhirnya dibatalkan oleh pemerintah Arab Saudi. Pasalnya, pada tahun depan penyelenggaraan haji tidak lagi akan ditangani oleh Kementerian Agama.

Baca Juga: Evan Dimas Beri Sinyal ke Fans Usai Kondisi Fisiknya Jadi Sorotan

“Presiden akan membentuk badan setingkat Kementerian Haji maka pemerintah Arab Saudi ada harapan dengan manajemen baru,” ucap Dahnil.

“Oleh sebab itu, wacana untuk pemotongan 50 persen itu tidak kami kembangkan karena kami percaya Presiden Prabowo melalui badan yang dibentuk akan berkomitmen melakukan perbaikan,” tandasnya.***

Editor: Ibrahim Shiddiq

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Wafat

Sabtu, 18 April 2026 | 13:54 WIB
X