Soal Negara G7 Bela Israel yang Tengah Berkonflik dengan Iran, Menlu Sugiono Nilai Sikap Itu Justru Memperburuk Situasi

Ibrahim Shiddiq, Redaksi88
- Kamis, 19 Juni 2025 | 17:32 WIB
Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Sugiono.  (Instagram.com / @sugiono_56)
Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Sugiono. (Instagram.com / @sugiono_56)

Redaksi88.com – Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Sugiono, menanggapi sikap negara G7 yang memberikan dukungan kepada Israel di tengah konflik yang tengah memanas dengan Iran.

Pernyataan tersebut disampaikan Sugiono saat jumpa pers di St. Petersburg, Rusia, pada Kamis, 19 Juni 2025. Ia menilai bahwa keberpihakan negara-negara G7 itu  justru akan memperburuk situasi.

"Kita sama sekali tidak mengharapkan situasi ini, justru akan memperburuk situasi. Kita tidak tahu kalau sudah begini nanti berhentinya di mana," ujar Sugiono. 

Baca Juga: Status Siaga 1 untuk WNI di Iran Ditetapkan, Menlu Sugiono: Target Israel Bukan Hanya Militer tapi Juga Sipil

"Begitu ada perang yang dimulai kita tidak tahu kapan dan bagaimana berhentinya," imbuhnya.

Lebih lanjut, Sugiono menyoroti konflik Israel-Iran membuat masyarakat sipil yang jadi korban.

Perihal sikap RI terkait konflik itu, Sugiono menyebut Indonesia secara konsisten berkontribusi mewujudkan perdamaian di dunia. 

"Makanya kita berharap untuk kebijaksanaan sehingga ada langkah-langkah yang damai untuk bisa mengundurkan ketegangan," tukas Sugiono.

Baca Juga: Konflik Iran vs Israel Makin Memanas, Trump Sebut Khamenei Target Mudah dan Klaim Tahu Lokasi Persembunyiannya

Terpisah, sebelumnya dalam pernyataan para pemimpin negara G7, menyatakan Israel berhak membela diri dan menegaskan komitmen terhadap keamanan negara tersebut dari serangan Iran.

"Kami, pemimpin G7, menegaskan kembali komitmen kami terhadap perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah. Dalam konteks ini, kami menegaskan bahwa Israel berhak membela diri,” demikian bunyi pernyataan negara G7 dalam KTT di Kanada, sebagaimana dilansir dari Reuters, pada Kamis, 19 Juni 2025.

Pertemuan G7 di Kanada itu berlangsung pada 15–17 Juni 2025, dihadiri tujuh negara anggota tetap yakni: Amerika Serikat (AS), Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, dan Inggris.

Baca Juga: Cinta Segitiga Berakhir Tragis: Pria di Jambi Tewas Diracun Pasangan Sesama Jenis karena Cemburu Ditinggal Menikah

Negara G7 juga diketahui menyampaikan kekhawatiran akan potensi kepemilikan senjata nuklir oleh Iran.

Halaman:

Editor: Ibrahim Shiddiq

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X