Redaksi88.com – Proses evakuasi jenazah pendaki asal Brasil, Juliana Marins, yang terjatuh ke jurang di kawasan Gunung Rinjani, telah berhasil diselesaikan oleh tim SAR.
Jenazah Juliana ditemukan di sekitar kawasan Cemara Nunggal dan berhasil dievakuasi pada Rabu, 25 Juni 2025.
Dalam operasi tersebut, tim SAR gabungan melakukan evakuasi secara manual. Para anggota harus turun langsung ke dasar jurang sedalam 600 meter untuk mengevakuasi tubuh korban.
Baca Juga: Baru Muncul Usai 'Perang 12 Hari', Khamenei Klaim Iran Menang dan Sebut Israel Nyaris Hancur Total
Di tengah proses tersebut, sejumlah warganet mempertanyakan alasan mengapa evakuasi tidak dilakukan menggunakan helikopter.
Menanggapi hal itu, Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menjelaskan bahwa kondisi cuaca menjadi pertimbangan utama dalam keputusan tidak menggunakan helikopter.
“Awalnya kita ingin melaksanakan evakuasi secepat mungkin dengan menggunakan pesawat heli dan itu menjadi alternatif pertama, ternyata cuaca tidak memungkinkan,” ujar Syafii dalam konferensi pers di Posko SAR Gabungan Sembalun, dikutip dari unggahan SAR Mataram pada Jumat, 27 Juni 2025.
Tak berhenti pada usaha pertama, tim SAR juga telah memiliki alternatif kedua untuk penyelamatan Juliana bisa dilakukan dengan helikopter.
Baca Juga: Polisi Ungkap Modus Fake BTS Bobol Rekening, 15 Ribu SMS Phishing Dikirim dari Malaysia
“Alternatif kedua, dengan korban sudah bisa ditarik ke atas kita pengin di perjalanan andai cuaca bagus, kita ingin menghadirkan helikopter lagi untuk mengangkut menggunakan udara, ternyata kondisi cuaca tidak memungkinkan,” terangnya.
“Sehingga evakuasi korban terpaksa harus kita laksanakan dengan ditandu,” tambahnya.
Karena ditandu, Syafii mengungkapkan hal tersebut yang membuat proses evakuasi jadi lebih lama.
Seperti diketahui, pendaki WNA asal Brasil, Juliana De Souza Pereira Marins atau Juliana Marins terjatuh di jurang sekitar Cemara Nunggal pada Sabtu, 21 Juni 2025 dengan kedalaman 15-200 meter.
Sebelum berhasil dievakuasi, tim SAR mengungkapkan bahwa keberadaan Juliana sudah turun jauh dari tempat awal ia terjatuh.
Artikel Terkait
Pembicaraan Telepon Presiden Prabowo dan Presiden Korsel, Ini Poin-Poin yang Dibahas
WNI Ungkap Momen Mencekam di Iran saat Perang dengan Israel, Sebut Setiap Malam Ada Serangan
Polda Sumut Gagalkan Penyelundupan 30 Kg Sabu dan 2.000 Liquid Vape Vape Narkoba dari Malaysia, Otak Pelaku Masih Buron
Polisi Ungkap Modus Fake BTS Bobol Rekening, 15 Ribu SMS Phishing Dikirim dari Malaysia
Baru Muncul Usai 'Perang 12 Hari', Khamenei Klaim Iran Menang dan Sebut Israel Nyaris Hancur Total