Redaksi88.com – Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Aria Bima, turut angkat bicara soal penetapan Hari Kebudayaan Nasional yang ditetapkan oleh Kementerian Kebudayaan dan akan diperingati setiap 17 Oktober.
Penetapan ini menuai sorotan publik lantaran tanggal tersebut bertepatan dengan hari kelahiran Presiden Prabowo Subianto.
“Hari Kebudayaan, saya kira itu apresiasi bagaimana kita tidak hanya konsentrasi ke persoalan politik, ekonomi, tapi fondasi kebudayaan ini penting,” ujar Aria Bima kepada media di Kawasan Parlemen Senayan, Senin, 14 Juli 2025.
Baca Juga: Soal Anies Baswedan Kritik Presiden RI Sering Absen di Forum PBB, PDIP: Boleh-Boleh Saja
Ia menyambut baik adanya Hari Kebudayaan Nasional dan memberikan apresiasi kepada anggota DPR RI Fadli Zon atas inisiatifnya.
“Mari Hari Kebudayaan itu kita sambut baik. Saya mengapresiasi Pak Fadli Zon,” imbuhnya.
Meski demikian, Aria meminta agar penetapan tanggal tersebut tidak dikaitkan dengan ulang tahun Prabowo.
Baca Juga: Viral! Rumah Dua Lantai di Demak Tenggelam Jadi Satu Lantai Akibat Penurunan Tanah Selama 10 Tahun
“Jangan disimplikasi, jangan terlalu dikecilkan, dikerdilkan dengan hal yang berkaitan, persamaan hari lahirnya Pak Prabowo,” tegasnya.
Ia juga meyakini bahwa Presiden Prabowo sendiri tidak menginginkan hari kelahirannya dijadikan sebagai simbol monumental kebudayaan nasional.
“Saya kira Pak Prabowo juga tidak akan suka kalau kelahirannya kemudian dijadikan sebagai satu hal yang monumental seperti kebudayaan,” ucapnya.
“Pak Prabowo sadar bener sebagai negarawan nggak mau lah bicara soal kebudayaan itu kemudian dianalogikan dengan hari kelahirannya, saya kira itu,” tandas Aria.***
Artikel Terkait
Soal Bonus Atlet PON Aceh-Sumut 2024 Belum Cair, Menpora: Itu Tanggung Jawab Daerah
Tinggalkan Jakarta dan Pindah ke Magetan Demi Rawat Ibu, Isa Bajaj Masih Menyimpan Penyesalan: Kenapa Nggak dari Dulu
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Temukan Warga TPA Sarimukti Masak Bangkai Ayam untuk Konsumsi
Viral! Rumah Dua Lantai di Demak Tenggelam Jadi Satu Lantai Akibat Penurunan Tanah Selama 10 Tahun
Soal Anies Baswedan Kritik Presiden RI Sering Absen di Forum PBB, PDIP: Boleh-Boleh Saja