Redaksi88.com – Perkara dugaan ijazah palsu Joko Widodo (Jokowi) masih terus berjalan dan kini sudah masuk tahap penyidikan.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam, mengungkapkan kepolisian telah memeriksa sejumlah saksi, baik dari pihak pelapor maupun terlapor.
Namun, sebagian saksi yang dijadwalkan menjalani pemeriksaan pekan ini meminta penundaan karena kesibukan menjelang perayaan Hari Kemerdekaan.
“Ada beberapa saksi yang telah dilakukan pemanggilan menyatakan permohonan penundaan untuk alasan ada beberapa kegiatan menjelang 17 Agustus,” ujar Ade Ary di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat 15 Agustus 2025.
Ia menyatakan bahwa Polda Metro Jaya akan tetap menuntaskan perkara tersebut.
“Ya, kami akan tangani ini secara proporsional, secara profesional, sesuai dengan SOP yang berlaku,” terangnya.
Baca Juga: Ramai Polemik Royalti, Pasha Ungu Bongkar Aturan LMKN dan Minta Masyarakat Dukung Lagu Lokal
Sebelumnya, sembilan saksi terlapor dalam kasus dugaan ijazah palsu Jokowi mengajukan penundaan pemeriksaan, salah satunya adalah Roy Suryo.
Sembilan nama tersebut meliputi Roy Suryo, Riza Fadilah, Kurnia Tri Royani, Nurdiansyah Susilo, Mikhael Benyamin Sinaga, Rustam Effendi, Rismon Sianipar, Sunarto, dan Arief Nugroho.
Melalui pengacara dari Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA), Ahmad Khozinudin, mengungkapkan bahwa para saksi yang seharusnya diperiksa pada awal pekan ini sudah memiliki agenda lain.
Baca Juga: Prabowo Sentil Ada Pihak yang Anggap Pemikiran Bung Karno dan Bung Hatta Kini Tak Lagi Relevan
“Klien kami pada jadwal Senin, Selasa, Rabu, Kamis, menjelang 17 Agustus 2025 ini sudah teragendakan berbagai agenda jelang perayaan 17 Agustus 2025, Hari Kemerdekaan,” ujar Khozinudin kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, 11 Agustus 2025 lalu.
Khozinudin menegaskan bahwa jadwal lain tersebut bukanlah bentuk upaya mangkir dari pemeriksaan.
Artikel Terkait
Bupati Pati Sudewo Kembalikan Uang Dugaan Korupsi DJKA, KPK: Pengembalian Tak Hapus Pidananya
Polda Metro Jaya Gagalkan Peredaran 516 Kg Sabu Lewat E-Commerce dan Media Sosial
Prabowo Sentil Ada Pihak yang Anggap Pemikiran Bung Karno dan Bung Hatta Kini Tak Lagi Relevan
Ramai Polemik Royalti, Pasha Ungu Bongkar Aturan LMKN dan Minta Masyarakat Dukung Lagu Lokal
Prabowo Beri Peringatan, Tegaskan Tak Akan Lindungi Jenderal Maupun Partai yang Terlibat Tambang Ilegal