Sri Mulyani Ungkap Kesedihan Lukisan Bunga Raib Dijarah: Indonesia Rumah Kita, Jangan Biarkan Rusak

Ibrahim Shiddiq, Redaksi88
- Rabu, 3 September 2025 | 14:53 WIB
Menkeu RI, Sri Mulyani angkat bicara setelah rumah pribadinya dijarah oleh oknum demonstrasi.  (Instagram.com/@smindrawati)
Menkeu RI, Sri Mulyani angkat bicara setelah rumah pribadinya dijarah oleh oknum demonstrasi. (Instagram.com/@smindrawati)

Redaksi88.com – Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati, akhirnya angkat bicara setelah rumah pribadinya di kawasan Bintaro, Jakarta Selatan, dijarah oleh oknum demo pada Minggu, 31 Agustus 2025.

Peristiwa itu terjadi di tengah gelombang aksi unjuk rasa yang menyasar sejumlah pejabat negara di Jakarta.

Meski menjadi korban, Sri Mulyani menekankan tindakan anarki dalam bentuk apa pun tak bisa dibenarkan. 

Baca Juga: Tanpa Harus Pamer, Begini Strategi Bangun Personal Branding demi Bisnis Tumbuh Cepat di Media Sosial

Ia meminta masyarakat agar tidak terprovokasi mengikuti jejak oknum yang memanfaatkan situasi kerusuhan.

“Janganlah kita membiarkan amarah berubah menjadi tindakan merusak. Penjarahan tidak akan membawa kebaikan bagi siapa pun,” tulis Sri Mulyani melalui akun Instagram pribadinya @smindrawati, Rabu 3 September 2025.

Dalam unggahan tersebut, ia menceritakan momen ketika seorang pria terlihat membawa kabur barang dari rumahnya.

Baca Juga: Jangan Anggap Sepele, Begini Cara Mudah Merawat Radiator Mobil agar Mesin Tetap Awet dan Prima

“Laki-laki berjaket merah memakai helm hitam tampak memanggul lukisan cat minyak Bunga di atas kanvas ukuran cukup besar. Dia membawa jarahannya dengan tenang, percaya diri keluar dari rumah pribadi saya,” ungkap Sri Mulyani.

Ia menjelaskan, lukisan yang dirampas itu memiliki nilai emosional yang sangat dalam.

“Lukisan Bunga yang saya lukis 17 tahun lalu adalah simbol perenungan diri dan kenangan keluarga. Bagi saya, nilainya tak bisa digantikan dengan uang,” jelasnya.

Sri Mulyani juga mengungkapkan, hilangnya lukisan tersebut mencerminkan rapuhnya rasa aman di masyarakat.

Baca Juga: AI Jadi Kebutuhan Pekerja Remote di Era Digital, Bukan Sekadar Tren

“Lukisan itu raib, seperti lenyapnya rasa aman, kepastian hukum, dan rasa perikemanusiaan yang adil dan beradab di bumi Indonesia,” ungkapnya.

Halaman:

Editor: Ibrahim Shiddiq

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Wafat

Sabtu, 18 April 2026 | 13:54 WIB
X