Gubernur Bali Koster Sebut 2 Korban Tewas dan 4 Orang Hilang Akibat Banjir Besar di Denpasar-Badung

Ibrahim Shiddiq, Redaksi88
- Rabu, 10 September 2025 | 21:00 WIB
Gubernur Bali, I Wayan Koster angkat bicara terkait bencana banjir yang merendam sejumlah titik di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung, Bali.  (Instagram.com/@kostergubernurbali)
Gubernur Bali, I Wayan Koster angkat bicara terkait bencana banjir yang merendam sejumlah titik di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung, Bali. (Instagram.com/@kostergubernurbali)

Redaksi88.com – Gubernur Bali, I Wayan Koster, mengungkap bencana banjir besar yang merendam 43 titik di Kota Denpasar hingga Kabupaten Badung.

Koster menjelaskan, wilayah yang terdampak paling parah berada di Denpasar, khususnya di kawasan Pasar Kumbasari dan Jalan Raya Pura Demak.

"Yang parah itu Denpasar. Ada 43 titik, tapi yang parah ada di Pasar Kumbasari dan Jalan Raya Pura Demak. Beberapa juga ada di Kabupaten Badung," kata Koster kepada awak media di Denpasar, Bali, Rabu (10/9/2025).

Baca Juga: RUU Perampasan Aset Dibahas DPR, sebut Publik Diminta Kawal Isi Bukan Sekadar Tahu Judul

Ia menuturkan, banjir dipicu hujan deras yang mengguyur Bali sejak Selasa (9/9/2025). 

Bencana tersebut menelan korban jiwa, yakni dua orang meninggal dunia di kawasan Taman Pancing, Kecamatan Denpasar Selatan, sementara empat orang lainnya dinyatakan masih hilang.

"Masih ada 4 orang yang belum ketemu. Sementara 2 korban yang meninggal ditemukan di daerah Taman Pancing," ujarnya.

Koster juga menyoroti kondisi Pasar Kumbasari yang terdampak cukup parah. Sekitar 200 pedagang kehilangan barang dagangan karena hanyut terbawa arus maupun rusak akibat banjir.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Ungkap Arahan Presiden Percepat Ekonomi Nasional, Aturan Fiskal Bakal Dilonggarkan

"Pedagang Pasar Kumbasari ada sekitar 200 orang. Karena barangnya hanyut atau rusak, maka akan diganti rugi. Besarnya saya minta Pak Wali Kota untuk menghitung semua," tegasnya.

Menurut Koster, jebolnya pagar pembatas air di Sungai Badung memperparah banjir di kawasan pasar. 

Luapan air bercampur sampah langsung merendam area perdagangan tersebut.

Ia memastikan pemerintah akan menanggung kerugian masyarakat, baik untuk ganti rugi barang dagangan maupun perbaikan bangunan. 

Baca Juga: Kemlu RI Intensifkan Koordinasi dengan Peru, Tegaskan Komitmen Usut Tuntas Kasus Kematian Staf KBRI Zetro Leonardo

Halaman:

Editor: Ibrahim Shiddiq

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X