REDAKSI88.com, Jakarta– Pemerintah bersiap meluncurkan program makan bergizi gratis pada awal tahun 2025 sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas gizi anak Indonesia.
Program ini dirancang untuk menjangkau jutaan anak secara bertahap, dimulai dengan target 3 juta anak pada Januari 2025.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menegaskan, program ini menjadi langkah konkret pemerintah dalam menekan angka stunting dan mendorong pertumbuhan generasi penerus yang lebih sehat.
Baca Juga: Usai Nyoblos, Prabowo Bercengkrama Hangat dengan Warga Bojong Koneng
Menurut Dadan, setiap anak akan dianggarkan Rp 15.000 per hari sesuai dengan alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Namun, angka ini bersifat fleksibel untuk menyesuaikan dengan kebutuhan dan tantangan di daerah masing-masing.
"APBN sudah menghitung Rp 15.000 per anak. Tapi di lapangan, pelaksanaan harus fleksibel, karena harga bahan pangan bisa berbeda di tiap daerah," ujar Dadan di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (26/11/2024).
Fleksibilitas anggaran menjadi kunci pelaksanaan program ini. Dadan menyebutkan, akan ada mekanisme subsidi silang, di mana kelebihan anggaran dari daerah dengan biaya pangan rendah dialokasikan ke daerah yang membutuhkan lebih banyak.
"Mungkin ada daerah yang bisa lebih hemat dari angka Rp 15.000 itu, dan selisihnya bisa kita gunakan untuk daerah lain yang membutuhkan tambahan budget," jelasnya.
Berbeda dengan pendekatan konvensional yang membeli paket makanan siap saji, program ini memilih untuk menyediakan bahan baku yang kemudian diolah di setiap daerah.
Baca Juga: Presiden Prabowo Bahas Kebijakan Pembelajaran Coding dan Evaluasi Zonasi PPDB
Langkah ini diambil untuk memastikan menu yang disediakan lebih sesuai dengan ketersediaan bahan pangan lokal dan preferensi masyarakat setempat.
"Kami tidak membeli makanan jadi, tetapi bahan baku yang nantinya dimasak sesuai kebutuhan di daerah," kata Dadan.
Artikel Terkait
Heboh Pria Bangkit dari Kremasi Menggegerkan India
Tragedi Penganiayaan di Desa Tanjung Dalam, Amarah Berujung Penjara
Menteri Kebudayaan: Kekayaan Budaya adalah Harta Karun Nasional yang Harus Dijaga
Presiden Prabowo Bahas Kebijakan Pembelajaran Coding dan Evaluasi Zonasi PPDB
Prabowo Nyoblos pada pilkada 2024 di Bojong Koneng, Beri Pesan: Menang Kalah Soal Biasa, Utamakan Kerja Sama
Usai Nyoblos, Prabowo Bercengkrama Hangat dengan Warga Bojong Koneng