REDAKSI88.com – Seorang staf Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar berinisial M, yang diduga terlibat dalam sindikat produksi uang palsu (Upal), dilaporkan meninggal dunia akibat serangan jantung pada Jumat (6/12).
Meninggalnya M yang disebut mengalami syok sebelum sempat diperiksa polisi telah dikonfirmasi oleh Kapolres Gowa, AKBP Ronald Simanjuntak.
Baca Juga: Harvey Moeis Divonis 6,5 Tahun Penjara Terkait Kasus Korupsi IUP PT Timah
“M yang bersangkutan sudah meninggal dunia sebelum kami melakukan penyelidikan. Kami tidak bisa melanjutkan pemeriksaan terhadap yang sudah meninggal,” ujar AKBP Ronald pada Senin (23/12).
Meninggalnya M menambah kompleksitas penanganan kasus sindikat uang palsu ini, yang sebelumnya telah menyeret sejumlah nama dari lingkungan UIN Alauddin Makassar.
Penangkapan 17 Tersangka dan Barang Bukti Uang Palsu
Sebelumnya, Polda Sulawesi Selatan menetapkan 17 tersangka dalam kasus ini. Polisi juga mengamankan 4.554 lembar uang palsu pecahan Rp100.000 emisi tahun 2016, serta 234 lembar pecahan serupa yang belum terpotong.
Baca Juga: Polres Bengkulu Utara Perkuat Pengamanan Guna Meredam Konflik PT Agricinal Dengan Warga
Para tersangka yang telah ditahan meliputi beberapa Inisial, diantaranya AI, S, dan ASS. Sementara itu, polisi masih mengejar tiga tersangka yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).
Untuk mencegah mereka melarikan diri ke luar negeri, surat pencegahan telah dilayangkan ke pihak imigrasi.
“DPO masih dalam pengejaran kami dan kemudian sudah kami layangkan surat pencegahan ke imigrasi,” tambah AKBP Ronald.
Baca Juga: Baru Pulang dari Kairo, Presiden Prabowo Langsung Pimpin Ratas di Halim
Kontroversi Meninggalnya M
Meski penyelidikan terhadap M dihentikan karena statusnya yang telah meninggal dunia, kasus ini tetap menyisakan tanda tanya besar, terutama terkait peran M dalam sindikat uang palsu.
Polisi kini fokus mempelajari peran masing-masing tersangka yang sudah ditangkap, serta mengamankan barang bukti lainnya.
Kasus produksi dan peredaran uang palsu yang melibatkan institusi pendidikan ini menjadi perhatian luas, mengingat implikasi serius terhadap kepercayaan publik. ***
Artikel Terkait
Konflik Memuncak! Karyawan dan Polisi Bentrok dengan Warga Desa Penyangga
PSM Makassar Terancam Hukuman Pengurangan Poin karena Tampil dengan 12 Pemain di Laga Kontra Barito Putera di Liga 1 Indonesia
Baru Pulang dari Kairo, Presiden Prabowo Langsung Pimpin Ratas di Halim
Polres Bengkulu Utara Perkuat Pengamanan Guna Meredam Konflik PT Agricinal Dengan Warga
Harvey Moeis Divonis 6,5 Tahun Penjara Terkait Kasus Korupsi IUP PT Timah