Menu Program MBG Disesuaikan Daerah, Serangga dan Ulat Sagu Jadi Sumber Protein Alternatif

Syamsu Rizal, Redaksi88
- Minggu, 26 Januari 2025 | 10:14 WIB
Serangga masuk dalam ide menu program MBG.  (Instragram.com/badangizinasional.ri)
Serangga masuk dalam ide menu program MBG. (Instragram.com/badangizinasional.ri)

REDAKSI88.com, Jakarta– Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah kini mulai berjalan di berbagai daerah. Dengan target menjangkau seluruh anak sekolah di Indonesia, pelaksanaan MBG disesuaikan dengan potensi lokal setiap wilayah.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menegaskan pentingnya menyesuaikan menu program MBG dengan kebiasaan dan sumber daya pangan lokal.

Salah satu usulan menarik adalah memasukkan serangga hingga ulat sagu sebagai sumber protein, khususnya di daerah yang memiliki tradisi konsumsi pangan tersebut.

Baca Juga: Donald Trump Bertemu Gubernur California Saat Melawat ke Lokasi Kebakaran LA, Kita Akan Memperbaikinya

Dadan Hindayana menyampaikan bahwa menu MBG tidak bersifat seragam secara nasional, melainkan mengikuti potensi dan kebiasaan pangan lokal.

"Mungkin saja ada satu daerah suka makan serangga, belalang, ulat sagu, bisa jadi bagian protein," ungkap Dadan dalam acara Rapimnas Pira Gerindra, Sabtu, 25 Januari 2025, di Hotel Bidakara, Jakarta.

Ia menambahkan bahwa penggunaan sumber daya pangan lokal tidak hanya mendukung keberlanjutan program tetapi juga memperkuat identitas budaya pangan masing-masing daerah.

Baca Juga: Akankah Hubungan Meghan Markle dan Kate Middleton Semakin Memanas?

Standar MBG Fokus pada Komposisi Gizi, Bukan Menu Nasional

BGN tidak menetapkan standar menu nasional untuk MBG, melainkan fokus pada standar komposisi gizi.

"Yang kami tetapkan adalah standar gizi, bukan standar menu. Setiap daerah bebas menyesuaikan menunya, selama memenuhi kebutuhan gizi anak-anak," jelas Dadan.

Sebagai contoh, daerah yang kaya akan ikan dapat memprioritaskan ikan sebagai sumber protein utama, sementara wilayah dengan kebiasaan makan jagung atau singkong dapat menyesuaikan karbohidrat utamanya.

Baca Juga: Bantu Industri Film Naik Lagi, Film Baru Xiao Zhan Jadi Favorit Penonton Saat Libur Panjang Imlek di China

Dadan menyoroti pentingnya memanfaatkan pangan lokal untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anak di seluruh Indonesia.

"Di daerah yang terbiasa makan singkong dan pisang rebus sebagai karbohidrat, itu yang diutamakan. Begitu juga dengan protein, tergantung pada apa yang melimpah di daerah tersebut," paparnya.

Halaman:

Editor: Syamsu Rizal

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Wafat

Sabtu, 18 April 2026 | 13:54 WIB
X