Visa Prince Harry Kembali Jadi Sorotan, Dugaan Perlindungan dari Mantan Presiden Joe Biden Mencuat

Syamsu Rizal, Redaksi88
- Sabtu, 25 Januari 2025 | 17:07 WIB
Pangeran Harry dan Meghan Markle saat ini tinggal di Montecito, California.  (Instagram.com/sussexroyal)
Pangeran Harry dan Meghan Markle saat ini tinggal di Montecito, California. (Instagram.com/sussexroyal)

REDAKSI88.com– The Heritage Foundation kembali mendesak pihak imigrasi Amerika Serikat untuk membuka dokumen pengajuan visa tinggal Prince Harry. Desakan ini memicu perdebatan sengit.

Nile Gardiner dari Margaret Thatcher Center menyatakan bahwa Prince Harry harus diperiksa secara menyeluruh, termasuk kemungkinan pelanggaran aturan atau pemberian informasi palsu dalam proses pengajuan visanya.

Permasalahan ini bermula dari pernyataan eksplosif dalam memoar Spare, yang dirilis Prince Harry pada 2023. Dalam buku tersebut, ia mengakui pernah menggunakan berbagai jenis narkoba.

Baca Juga: Pertukaran Hadiah Istimewa Presiden Prabowo Dibalas Megawati, Bukti Kedekatan Dua Tokoh Nasional yang Erat

"Saat itu saya mengonsumsi kokain,” tulis Harry dalam buku Spare.

"Di akhir pekan saat berburu, saya ditawari dan sejak itu menggunakannya lebih sering,” tambahnya secara terbuka.

Berdasarkan hukum imigrasi AS, setiap pemohon visa wajib memiliki rekam jejak bersih dari penggunaan narkoba. Kebohongan dapat berujung pada hukuman berat, termasuk deportasi.

Mantan Presiden Donald Trump, dalam kampanyenya pada Maret 2024, menegaskan pentingnya transparansi.

Baca Juga: Coretax Banjir Keluhan, Sri Mulyani Sampaikan Permintaan Maaf kepada Wajib Pajak

"Jika mereka tahu soal narkoba dan dia berbohong, harus ada tindakan tegas," katanya.

Meski beberapa kali mengajukan permintaan, pengadilan yang dipimpin Hakim Carl Nichols menolak membuka dokumen pengajuan visa Harry. Pengadilan beralasan, tidak ada urgensi publik untuk membuka file tersebut.

Pada Februari 2023, gugatan pertama diajukan untuk memeriksa potensi pemberian informasi palsu oleh Prince Harry. Langkah serupa dilanjutkan kembali pada Oktober melalui pengacara Samuel Dewey.

Baca Juga: Uji Coba Sekolah Swasta Gratis di Jakarta Segera Dimulai

Tindakan ini dianggap penting sebagai upaya menegakkan prinsip transparansi dan penegakan aturan hukum secara konsisten tanpa memandang status individu tertentu.

Halaman:

Editor: Syamsu Rizal

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X