Kendala Bahasa di Balik Blunder Khusanov dalam Laga Man City vs Chelsea, Pelatih atau Pemain yang Harus Bertanggung Jawab?

Syamsu Rizal, Redaksi88
- Minggu, 26 Januari 2025 | 19:28 WIB
Potret pemain Manchester City, Abdulkodir Khusanov.  (Instagram.com/@mancity)
Potret pemain Manchester City, Abdulkodir Khusanov. (Instagram.com/@mancity)

REDAKSI88.com – Debut pemain muda Abdulkodir Khusanov bersama Manchester City di Premier League berakhir dengan sorotan tajam setelah blunder fatalnya dalam laga kontra Chelsea di Etihad Stadium, Minggu, 26 Januari 2025. 

Meski akhirnya Man City menang 3-1, gol cepat Chelsea yang tercipta dari kesalahan Khusanov meninggalkan pertanyaan besar, siapa yang salah—pelatih atau pemain?

Khusanov, bek tengah berusia 20 tahun asal Uzbekistan, dipilih Pep Guardiola untuk menjadi starter pada pertandingan tersebut. 

Bermain bersama Manuel Akanji di jantung pertahanan, ia membuat kesalahan pada menit ketiga dengan sundulan yang gagal mencapai kiper Ederson, membuka peluang bagi Noni Madueke untuk mencetak gol pembuka.

Baca Juga: Bangkok Meliburkan Sekolah dan Gratiskan Transportasi untuk Lawan Polusi Udara

Khusanov hanya bertahan hingga menit ke-54 sebelum digantikan oleh John Stones, yang disimpan Guardiola untuk laga Liga Champions mendatang.

Menurut laporan Sky Sports, salah satu alasan di balik blunder Khusanov adalah keterbatasannya dalam berbahasa Inggris. Guardiola mengakui bahwa komunikasi dengan bek muda itu terhambat karena kendala bahasa.

“Dia tidak bisa berbahasa Inggris, jadi saya tidak berbicara dengannya,” ujar Guardiola. 

Selain itu, Khusanov baru mengikuti satu hingga dua sesi latihan bersama tim sejak direkrut dari Lens pada Januari 2025 dengan kontrak empat setengah tahun.

Baca Juga: Song Hye kyo: 29 Tahun Berkarya, Menghadapi Haters dan Comeback di Film Dark Nuns

Meskipun blunder tersebut menjadi sorotan, Guardiola menunjukkan sikap suportif terhadap pemain barunya. Pelatih asal Spanyol ini menilai, Khusanov akan berkembang seiring adaptasinya di klub.

“Dia akan baik-baik saja. Tensi sepak bola memang dinamis, dan pemain muda butuh waktu untuk memahami sistem kami,” kata Guardiola.

Guardiola juga menegaskan bahwa kesalahan di lapangan adalah bagian dari proses pembelajaran. “Tidak ada yang salah, baik dari saya sebagai pelatih maupun dari Khusanov sebagai pemain. Sepak bola adalah permainan kolektif, dan semua pihak harus saling mengisi.”

Kendala komunikasi seperti yang dialami Guardiola dan Khusanov bukan hal baru di dunia sepak bola internasional. 

Halaman:

Editor: Syamsu Rizal

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Garuda Muda Bersiap: Misi Emas di Negeri Gajah Putih

Minggu, 5 Oktober 2025 | 22:27 WIB
X