REDAKSI88.com, Bengkulu Utara– Para supir angkutan batu bara mengeluhkan adanya dugaan pungutan liar (pungli) yang dilakukan oleh oknum satpam PT Cakrawala Dinamika Energi (CDE) di Desa Air Sebayur, Kecamatan Pinang Raya, Bengkulu Utara.
Kutipan tersebut bekisar Rp 5000 hingga 10.000, diduga dilakukan secara terang-terangan kepada supir yang ingin mengangkut batu bara di area jalan perusahaan.
"Kalau kutipan dilakukan di area jalan desa, kami masih maklum karena dampak debu yang ditimbulkan. Tapi ini sudah masuk area pertambangan, yang merupakan tanggung jawab perusahaan," ujar salah seorang supir yang meminta namanya tidak disebutkan, Senin (27/1/2025).
Baca Juga: Kemendikdasmen Luncurkan Rumah Pendidikan, Solusi Digital untuk Guru dan Siswa
Ia menambahkan bahwa jika supir tidak membayar, muatan batu bara tidak akan diberikan kepada mereka.
"Kami harap manajemen PT CDE menertibkan oknum satpam ini karena membuat keresahan di kalangan supir," imbuhnya.
Para supir juga berharap manajemen PT CDE segera mengambil tindakan tegas terhadap oknum yang diduga melakukan pungutan liar.
"Situasi ini mencoreng reputasi perusahaan serta menimbulkan keresahan bagi supir yang mengandalkan pekerjaan di sektor pengangkutan batu bara," ujarnya.
Baca Juga: Waspada Level II, Pendaki Viral di Gunung Marapi Sumbar hingga Jalur Wisata Ditutup Permanen
Menanggapi tuduhan tersebut, Kepala Regu (Danru) Satpam PT CDE, Guspardi, membantah adanya praktik pungli yang dilakukan oleh anggotanya.
"Itu tidak benar, Pak. Kalau ingin lebih jelas, silakan datang langsung ke pos agar kami bisa menjelaskan," tegas Guspardi.
Sementara itu, Humas PT CDE, Bondan, mengaku belum mengetahui adanya dugaan pungli tersebut. Ia berjanji akan segera mencari tahu kebenaran informasi ini.
"Saya akan mencari tahu kebenarannya terlebih dahulu. Terima kasih atas informasinya," singkatnya.***
Artikel Terkait
Delegasi Indonesia Tampil dengan Kuch Kuch Hota Hai, Tinggalkan Kesan Mendalam di India
Pesan Haru Shin Tae yong di Detik-detik Kepulangannya ke Korea Selatan, Saya Ingin Istirahat Dulu
Waspada Level II, Pendaki Viral di Gunung Marapi Sumbar hingga Jalur Wisata Ditutup Permanen
Kasus Bule Jerman Bos Parq Ubud di Bali, Kuasai 34 SHM hingga Dihuni Warga Rusia
Kevin Diks Tarik Perhatian Fans Garuda Setelah Pindah dari Denmark ke Jerman
Kemendikdasmen Luncurkan Rumah Pendidikan, Solusi Digital untuk Guru dan Siswa