Kedua, motivasi dan dukungan akademik, motivasi dan dukungan sangat penting bagi mahasiswa karena dapat mendorong kesuksesan belajar dan pengembangan diri.
Belajar bersama dengan teman-teman sering kali membuat materi kuliah menjadi lebih mudah untuk dipahami.
Ketiga, pengembangan soft skills, melalui interaksi dalam circle mereka, mahasiswa dapat mengasah keterampilan penting dalam diri yang hanya bisa didapatkan dalam lingkungan pertemanan.
Seperti, komunikasi efektif, yaitu mampu menyampaikan pendapat dan dapat mendengarkan orang lain secara aktif.
Manajemen konflik, yaitu mahasiswa belajar menangani perbedaan pendapat secara bijak, kerja tim, yaitu membangun kerjasama untuk mencapai tujuan.
Baca Juga: Prabowo Serukan Aparat Bertindak Tegas, Perang Total Melawan Korupsi
Jenis-jenis Circle Pertemanan di Kampus
Circle pertemanan dapat terbentuk dengan sengaja atau secara alami berdasarkan minat, tujuan, atau situasi yang sama. Beberapa contoh circle yang sering ditemui di kampus antara lain:
- Circle akademik
kelompok ini terbentuk untuk tujuan belajar, diskusi, dan kolaborasi dalam proyek akademik. Biasanya anggota circle ini berasal dari jurusan yang sama atau mata kuliah yang serupa.
- Circle Organisasi dan Kepemimpinan
Biasanya mahasiswa yang bergabung dalam organisasi kampus, seperti BEM, himpunan mahasiswa, atau komunitas sosial, yang biasanya membentuk circle pertemanan di dalamnya.
- Circle Hobi dan Minat
Circle ini berkumpul karena hobi yang sama, seperti olahraga, seni, music, atau game.
- Circle Sosial atau Santai
Biasanya berisi teman-teman untuk bersantai,nongkrong, atau bersenang-senang setelah kegiatan ngampus atau saat weekend.
Memahami Fomo (Fear of Missing Out): Rasa Takut Ketinggalan
Fomo adalah perasaan takut atau cemas karena merasa tertinggal dari pengalaman atau aktivitas yang sedang dinikmati orang lain atau perasaan takut ketinggalan momen, tren, update, atau kesempatan untuk bersosialisasi.
Fomo bisa terjadi dalam berbagai konteks, seperti kehidupan sosial, pekerjaan, pendidikan, dan hobi.
Fomo dalam perkuliahan dapat timbul ketika mahasiswa melihat teman-temannya menghadiri acara kampus, mendapatkan kesempatan magang, atau banyak aktivitas di circle yang berbeda.
Media sosial menjadi faktor utama pemicu terjadinya FOMO. Saat mahasiswa melihat unggahan temannya yang terlihat bahagia, aktif, dan produktif mereka hanya bisa merasa minder dan takut tertinggal. Padahal, yang mereka lihat di media sosial hanyalah Sebagian kecil dari kenyataan.