Sementara itu, Ramadhan Sananta — striker muda yang kini memperkuat DPMM FC (Brunei) di Liga Malaysia — juga menjadi kandidat kuat. Dengan lima gol dari tiga belas laga bersama timnas senior, Sananta dikenal memiliki naluri gol yang tajam dan determinasi tinggi di kotak penalti.
Alternatif terakhir adalah Mauro Zijlstra, penyerang naturalisasi yang kini memperkuat FC Volendam di kasta kedua Liga Belanda. Musim lalu, ia tampil gemilang dengan catatan 17 gol dan 4 assist dalam 21 pertandingan.
Kluivert dikabarkan akan menentukan pilihan akhir berdasarkan hasil latihan terakhir sebelum keberangkatan ke Jeddah.
Baca Juga: Jelang Round 4, Patrick Kluivert Hadapi Tantangan Menyusun Garuda di Laga Panas Timur Tengah
Garuda dan Harapan dari Ujung Tombak
Bagi skuad Garuda, laga di Jeddah bukan sekadar pertandingan, melainkan ujian mental dan ketajaman untuk menjaga asa lolos ke babak selanjutnya.
Di antara aroma pasir padang dan sorak publik tuan rumah, Indonesia membutuhkan ujung tombak yang bukan hanya sehat secara fisik, tetapi juga siap menanggung beban simbolis: membawa bendera Merah Putih di antara raksasa Asia.
Apakah Ole Romeny akan kembali menjadi juru selamat timnas? Atau justru giliran generasi muda seperti Sananta dan Oratmangoen yang menulis kisah baru Garuda di kualifikasi Piala Dunia 2026?
Semua akan terjawab di Jeddah, Kamis dini hari nanti.***
Artikel Terkait
Jelang Laga di Surabaya, Media Lebanon Soroti Timnas Indonesia dengan Skuad Didikan Belanda
Erick Thohir Stop Naturalisasi Baru, Komposisi Timnas Indonesia Dinilai Sudah Solid
Jelang Round 4, Patrick Kluivert Hadapi Tantangan Menyusun Garuda di Laga Panas Timur Tengah
Terjerat Skandal Naturalisasi, Timnas Malaysia Kian Terpojok usai Terancam Denda Rp73 M dan Diskualifikasi Piala Asia 2027
Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026: Absennya Emil hingga Tantangan Baru Kontra Arab Saudi dan Irak
Garuda Muda Bersiap: Misi Emas di Negeri Gajah Putih