Jay dikenal sebagai sosok yang disegani di ruang ganti. Dengan gaya bicara yang tenang namun tegas, ia dinilai mampu menanamkan rasa tanggung jawab dan kebersamaan di antara pemain Timnas Indonesia.
Beberapa pemain bahkan menyebut Jay sebagai figur yang menenangkan di tengah tekanan besar yang dihadapi tim.
Bermain untuk 280 Juta Rakyat Indonesia
Maarten Paes menuturkan bahwa bermain untuk Timnas Indonesia bukan hanya soal meraih kemenangan.
Terinspirasi dari pidato Jay Idzes, ia merasa setiap laga adalah perjuangan untuk membawa mimpi 280 juta rakyat Indonesia agar bisa melihat Garuda terbang ke Piala Dunia.
“Saya pikir, itulah kunci bermain untuk tim nasional kita, berjuang untuk tujuan yang lebih tinggi dan meninggalkan ego karena itu tidak penting,” ujar Paes.
Bagi Jay Idzes, dukungan publik Indonesia menjadi sumber energi utama. Ia mengaku masih sering kagum dengan antusiasme para suporter yang rela begadang demi menyaksikan laga kualifikasi.
“Kami tahu, para penggemar menaruh harapan besar. Karena itu, kami ingin membalasnya dengan kerja keras di lapangan,” ucap Jay Idzes.
Jay Idzes Singgung Kemungkinan Terburuk
Dalam kesempatan yang sama, Jay Idzes menekankan bahwa kekalahan dari Arab Saudi tidak boleh membuat tim kehilangan arah.
Ia mengakui belum tampil maksimal, tetapi menegaskan pentingnya untuk terus berjuang tanpa menyerah.
“Saya akan menjadi orang pertama yang mengatakan bahwa saya tidak memainkan permainan terbaik saya. Tapi yang penting adalah kami terus maju,” ungkapnya.
Menurut Jay, setiap pertandingan merupakan kesempatan baru untuk menunjukkan bahwa Timnas Indonesia tidak mudah menyerah.
Baca Juga: Peluang Menang Timnas Indonesia di Round 4 Dinilai Hanya 5 Persen: Meski Tipis, tapi Masih Ada Asa
“Permainan hanya 90 menit. Jika Anda membuat kesalahan di 10 menit pertama, itu tidak berarti permainan sudah berakhir,” katanya.
Jay juga berharap para suporter memahami bahwa seluruh pemain selalu memberikan yang terbaik untuk Indonesia, meskipun hasilnya nanti tidak sesuai harapan.
Artikel Terkait
Menanti Ketajaman Romeny: Antara Cedera, Harapan, dan Laga Hidup Mati di Jeddah
5 Fakta di Balik Crash Marc Marquez di MotoGP Mandalika 2025: Dari Perpanjang Kutukan hingga Potensi Cedera Bahu
Peluang Menang Timnas Indonesia di Round 4 Dinilai Hanya 5 Persen: Meski Tipis, tapi Masih Ada Asa
Wasit Ahmad Al Ali dan Kontroversi yang Bayangi Laga Indonesia vs Arab Saudi di Round 4, PSSI Soroti Isu Netralitas
Kekalahan Timnas Indonesia Disusul Pemecatan Shin Tae-yong dari Ulsan HD
Imbas Protes Penolakan, Enam Atlet Israel Batal Tampil Ajang Artistic Gymnastics World Championship 2025 di Jakarta