Misteri Kerasukan Massal Mahasiswa Unras Alami Pengalaman Mistis di Hutan Kota Argamakmur

Syamsu Rizal, Redaksi88
- Sabtu, 12 Oktober 2024 | 21:46 WIB
Salah satu mahasiswa yang kerasukan sedang dibacakan doa-doa.  (Istimewa)
Salah satu mahasiswa yang kerasukan sedang dibacakan doa-doa. (Istimewa)

Redaksi88.com- Sebuah kejadian mistis mengguncang kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKBM) Universitas Ratu Samban (Unras), Sabtu (12/10).

Puluhan mahasiswa baru mengalami kesurupan massal saat mengikuti rangkaian acara di Hutan Kota Argamakmur, Bengkulu Utara.

Insiden bermula saat para peserta tengah menjalani kegiatan di hutan tersebut, salah satu lokasi yang terkenal dengan atmosfer alamnya yang lebat dan sunyi.

Baca Juga: Speedboat Terbakar Saat Kampanye, Benny Laos Selamat, Lima Orang Meninggal

Tiba-tiba, beberapa mahasiswa mulai menunjukkan perilaku tak biasa. Mereka menjerit histeris, menangis tanpa alasan, hingga berteriak seolah berada di bawah pengaruh kekuatan tak kasat mata.

Tak berselang lama, jumlah mahasiswa yang mengalami gejala serupa bertambah secara signifikan. Kejadian ini sontak membuat panik seluruh panitia dan peserta PKKBM lainnya.

"Kami sangat kaget, beberapa mahasiswa tidak bisa dikendalikan. Sedikitnya 10 orang yang mengalami kerasukan," ujar penjaga Taman Hutan Kota, Saimo.

Baca Juga: Hari Musik Universal 2024, Harmoni Global yang Menginspirasi Dunia

Peristiwa itu, terjadi pada sore hari sekitar pukul 17:00 WIB saat mahasiswa melaksanakan kegiatan Outbond di Hutan Kota Argamakmur.

"Sebagian besar mahasiswa yang kesurupan sudah mulai pulih setelah kita tangani dengan doa-doa," ujar Saimo.

Menurut keterangan Saimo, Hutan Kota Argamakmur memang memiliki sedikit keunikan, bagi yang percaya tempat ini ada mistisnya.

Baca Juga: Menteri BUMN di Era Prabowo-Gibran, Berani Bilang 'NO' dan Paham Peta Ekonomi Nasional

"Kita imbau kepada pengunjung siapapun itu, menjaga adab dan etika sangatlah penting bila ingin ke Hutan Kota. Jangan takabur saat bermain di tempat ini," imbuhnya.

Meskipun demikian, belum ada penjelasan resmi mengenai penyebab pasti dari kejadian kerasukan massal ini.

Halaman:

Editor: Syamsu Rizal

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X