Festival Bhumi Belirang III 2024: Perayaan Warisan Budaya yang Semarak di Rejang Lebong

Syamsu Rizal, Redaksi88
- Minggu, 20 Oktober 2024 | 09:06 WIB
Festival Bhumi Belirang III 2024: Perayaan Warisan Budaya yang Semarak di Rejang Lebong.  (Istimewa)
Festival Bhumi Belirang III 2024: Perayaan Warisan Budaya yang Semarak di Rejang Lebong. (Istimewa)

Selain itu, Pasar Arenan yang menjadi bagian dari festival juga berhasil menarik perhatian pengunjung dengan sajian kuliner tradisional yang menggugah selera.

Mulai dari pecel, aneka kue tradisional, kopi, hingga air nira, semuanya tersedia di pasar ini. Uniknya, transaksi di Pasar Arenan tidak menggunakan uang tunai, melainkan koin festival yang setiap koinnya bernilai Rp 5.000.

Sistem ini menambah daya tarik festival sekaligus memberikan nuansa tradisional yang berbeda bagi para pengunjung.

Pertunjukan Kolosal ‘The Wonder of Belirang’

Tak kalah menarik, festival ini juga menghadirkan pertunjukan kolosal bertajuk The Wonder of Belirang.

Pertunjukan ini menggambarkan perjuangan para pendatang asal Belitar, Jawa Timur, yang menetap di wilayah Desa Belitar Seberang pada tahun 1930-an.

Baca Juga: Prabowo Gerak Cepat Siapkan Transisi: Publik Optimistis, Kabinet Visioner

Melalui pertunjukan ini, penonton diajak menyelami sejarah panjang para pendatang yang membangun peradaban di tanah Rejang Lebong, serta bagaimana mereka menjaga hubungan harmonis dengan alam dan sesama.

Kehadiran seni kolosal ini tidak hanya menjadi hiburan semata, tetapi juga sarana edukasi untuk generasi muda mengenai pentingnya menghargai sejarah dan budaya lokal.

Menjaga Warisan di Tengah Arus Modernisasi

Asisten II Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu, RA. Deni, yang membacakan sambutan tertulis dari Gubernur Bengkulu, turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya Festival Bhumi Belirang.

Baca Juga: Beda Tugas KPK, Kejaksaan, dan Kortastipidkor Polri Bentukan Jokowi dalam Pemberantasan Korupsi

Dalam sambutannya, Deni menekankan bahwa festival ini adalah momen penting untuk menjaga warisan budaya di tengah arus modernisasi dan globalisasi yang semakin kuat.

“Di tengah derasnya arus modernisasi dan globalisasi, kita perlu memastikan bahwa budaya kita tetap menjadi pilar yang kokoh. Warisan budaya bukan hanya soal seni tari atau pakaian tradisional, tetapi juga mencakup cara hidup yang membentuk jati diri dan karakter kita sebagai bangsa,” ujar Deni.

Ia juga mengungkapkan kebanggaannya atas kebersamaan dan semangat gotong royong masyarakat Bhumi Belirang dalam menjaga kelestarian budaya mereka.

Halaman:

Editor: Syamsu Rizal

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X