Tidak berhenti sampai di situ, Febri juga mengingatkan bahwa PT Agricinal bukan hanya harus berhadapan dengan pemerintah daerah, tetapi juga dengan masyarakat yang semakin marah.
"Jangan anggap sepele kesabaran rakyat! Tanah ini milik mereka, dan mereka menuntut keadilan. Jika Agricinal tidak segera mengambil langkah, situasi ini sebagai 'percikan api' yang bisa menyulut amarah sosial jika tidak segera ditangani," pungkasnya.***
Artikel Terkait
Konflik Batas PT Argricinal dengan Lima Desa Tak Kunjung Tuntas, Warga Desak Solusi Konkret
Pemkab Bengkulu Utara Berikan PT Agricinal Tenggat Sepekan untuk Buktikan Batas HGU
Konflik Agraria Kian Memanas, Warga Lima Desa Bengkulu Utara Tuntut Kejelasan PT Agricinal
Gunung Lewotobi Laki-laki Meletus, Ini Imbauan Kepada Masyarakat Terdampak
Skandal Suap, Ibunda Ronald Tannur jadi Tersangka Kejagung
Geramnya Wakil Rakyat, Mufti Anam Tuntut Blokir iPhone Akibat Permintaan Tax Holiday 50 Tahun