daerah

Aksi Blokade Terus Berlanjut, Saukani Tegaskan Masyarakat Pekal Tak Akan Mundur Sebelum PT Agricinal Menanggapi Tuntutan

Kamis, 7 November 2024 | 23:08 WIB
Aksi Blokade Terus Berlanjut, Saukani Tegaskan Masyarakat Pekal Tak Akan Mundur Sebelum PT Agricinal Menanggapi Tuntutan. (Foto/Istimewa)

Redaksi88.com, Bengkulu Utara — Konflik agraria antara masyarakat adat Pekal dan PT Agricinal kian memanas, tanpa tanda-tanda mereda.

Dengan penuh keteguhan, warga yang tergabung dalam Forum Masyarakat Bumi Pekal mendirikan blokade di jalan utama menuju perusahaan.

"Kami, warga dari lima desa penyangga, akan tetap berdiri di sini dan akan menjaga kondusifitas aksi," tegas Saukani, Kamis (7/11). 

Baca Juga: Aksi Forum Masyarakat Bumi Pekal Blokade Jalan Utama PT Agricinal Berlanjut hingga Malam

Saukani menegaskan, massa aksi tak akan beranjak hingga tuntutan mereka didengar dan dipenuhi.

"Kami akan tetap di sini, memblokade jalan ini, meski perusahaan terus berupaya menggoyahkan aksi kami. Sampai ada titik terang tuntutan kami," ujar Saukani.

Saukani juga menyatakan adanya indikasi upaya dari PT Agricinal untuk mengganggu aksi damai mereka. Truk tangki CPO milik perusahaan tampak beberapa kali mencoba menembus blokade yang dibuat warga.

Baca Juga: Forum Masyarakat Bumi Pekal Desak Senior Manager PT Agricinal Tinggalkan Bumi Pekal Akibat Dugaan Penistaan Suku

"Perusahaan beberapa kali memancing emosi warga, berusaha membuka blokade dengan menggunakan alat berat," katanya, menyoroti tindakan yang dianggap sebagai provokasi agar warga terpancing bertindak di luar batas.

Masyarakat Pekal menyerukan adanya mediasi terbuka dan adil, yang berpihak pada keadilan bagi seluruh pihak, terutama masyarakat adat yang merasa haknya terampas.

"Kami tidak menginginkan kekerasan. Yang kami tuntut hanyalah penghormatan atas hak kami," ucap Saukani.

Baca Juga: Prabowo Tegaskan Kabinet Bergerak Serius Atasi Judi Online, Narkoba, Penyelundupan, dan Korupsi

Di tengah ketegangan yang semakin memanas, Forum Masyarakat Bumi Pekal tetap meyakini bahwa pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan mampu menjadi penengah dalam konflik ini.

"Kami berharap dapat duduk bersama, bertemu dengan pihak PT Agricinal dan semua pihak terkait demi menemukan solusi bermartabat dan sesuai hukum," lanjut Saukani.

Halaman:

Tags

Terkini