REDAKSI88.com, Bengkulu Utara– Bentrokan antara karyawan PT Agricinal dan warga Forum Masyarakat Bhumi Pekal (FMBP) memanas hingga menyebabkan puluhan orang terluka, termasuk polisi, karyawan perusahaan, dan warga yang terlibat dalam konflik. Senin (23/12/2024).
Kasi Humas Polres Bengkulu Utara, Iptu Andra, menyampaikan bahwa lima anggota kepolisian terluka saat mengamankan bentrokan tersebut.
"Anggota yang mengalami cidera luka di antaranya, Kasat Samapta IPTU Edi, Kapolsek Ulok Kupai IPTU Jimmy Noventius Manurung, Brigpol Luther Simorangkir, Bripda Adven Simanjuntak, dan Bripda Kevin Manalu," ujar Iptu Andra, Selasa (24/12/2024). Namun, ia tidak merinci cedera yang dialami para petugas.
Baca Juga: Kapolda Lampung Tegaskan Integritas dan Profesionalisme dalam Apel Gelar Senpi
Danru Security PT Agricinal, Reno, mengungkapkan bahwa empat karyawan juga mengalami cedera akibat bentrokan, dengan luka di kepala, pundak, dan tangan.
"Iya, ada empat orang karyawan yang juga mengalami cidera luka, di antaranya Yusman dan Agus, serta dua orang security, yakni Ozi Saputra dan Riki Sandika," kata Reno.
Sementara itu, menurut Sosri, Ketua FMBP menyebutkan bahwa beberapa warga juga mengalami luka serius.
"Puluhan warga juga mengalami cidera luka di tangan dan lutut. Di antaranya adalah Norisa, luka di jari kanan akibat kena sajam, Sri Sumarni diseret dan dikeroyok hingga luka di tangan kanan dan di lutut; serta Yuniarti kena injak-injak dalam insiden itu," ungkapnya.
Selain itu, dalam insiden ini, sebuah video viral di media sosial (Medsos) menunjukkan seorang pria berkaos hijau membawa senjata tajam. Reno menjelaskan terdapat dua versi informasi terkait kejadian tersebut.
"Versi pertama yang saya dapatkan info bahwa sajam itu milik masyarakat. Saat sajam itu diamankan sama karyawan lalu direkam video oleh warga sehingga menjadi viral. Versi kedua, saya pun belum mengetahui info yang sebenarnya seperti apa. Siapa yang salah dan siapa yang benar dalam bentrokan itu," jelas Reno.
Baca Juga: Terduga Sindikat Uang Palsu UIN Alauddin Makassar Meninggal Dunia, Penyelidikan Terkendala
Ia juga menambahkan, "Menurut info lainnya, sajam itu akan digunakan karyawan untuk memutuskan tali di portal yang diblokade warga. Saat ini pun saya belum bertemu dengan karyawan tersebut."
Meski bentrokan sempat memanas, Reno memastikan bahwa situasi di PT Agricinal kini telah kondusif.